KILASJATIM.COM, Surabaya – Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur periode 2026–2030 resmi digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026). Ketua KONI Jatim, M. Nabil, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga daerah demi menjaga prestasi Jawa Timur di tingkat nasional.
Nabil menyampaikan bahwa fokus utama kepengurusan baru adalah meningkatkan keseriusan dalam pembinaan atlet melalui evaluasi berkelanjutan dan perencanaan jangka panjang. Menurutnya, prestasi tidak bisa dicapai secara instan, melainkan melalui proses yang terukur dan konsisten.
“Kita harus meningkatkan keseriusan, evaluasi, dan rencana-rencana besar untuk menghasilkan prestasi Jawa Timur sekaligus prestasi Indonesia. Secara normatif memang seperti itu, tetapi pelaksanaannya harus konkret,” ujar Nabil usai pelantikan.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara bertahap terhadap setiap cabang olahraga (cabor), atlet, hingga nomor pertandingan. Langkah ini penting untuk memastikan peningkatan prestasi sekaligus membaca peta kekuatan pesaing.
“Kita terus melakukan evaluasi masing-masing cabor, atlet, dan nomor. Kita juga tidak boleh melupakan posisi rival, baik antarprovinsi maupun antar-atlet di nomor yang ada. Kita harus tahu kekuatan lawan jika ingin bicara soal kemenangan,” tegas Nabil.
Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, KONI Jatim telah menyiapkan desain pembinaan melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang akan berjalan secara bertahap. Nabil menegaskan, seleksi atlet dilakukan secara ketat melalui sistem promosi dan degradasi.
“Kita sudah mendesain Puslatda, tetapi jalannya bertahap karena tidak bisa diputuskan dalam satu hari. Atlet yang tidak memenuhi standar akan didegradasi, sementara yang memenuhi syarat akan dipromosikan dan disiapkan,” jelasnya.
Proses seleksi akan melibatkan berbagai indikator, mulai dari tes fisik, keikutsertaan dalam event, hingga alat ukur standar nasional. Puslatda rencananya mulai berjalan pada April 2026.
Untuk menghadapi PON Bela Diri 2026, KONI Jatim akan menentukan jumlah nomor dan atlet yang diikuti berdasarkan pemetaan kekuatan lawan. Nabil meminta setiap cabor mempresentasikan kondisi rival yang akan dihadapi.
“Saya minta mereka mempresentasikan siapa rival-rivalnya. Apakah lawan memang sudah berkurang kekuatannya atau kita belum tahu petanya. Itu harus lengkap, dan itu yang saya perhatikan,” kata Nabil.
Dalam kesempatan yang sama, Nabil juga menegaskan pentingnya dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyebutkan, Gubernur Jawa Timur berpesan agar KONI Jatim aktif membangun koordinasi lintas sektor pemerintahan.
“Kita akan terus berkoordinasi dan meminta bantuan akses ke beberapa posisi pemerintahan agar bisa bersinergi. Itu yang dipesankan Ibu Gubernur kepada kita,” pungkas Nabil.(den)




