Semarak Sincia Expo Pasar Atom, Ratusan Model dan Desainer Lokal Unjuk Karya di Surabaya

oleh -531 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Semarak perayaan Sincia mewarnai gelaran Sincia Expo Pasar Atom Mall Tahap V Surabaya yang berlangsung pada 6–8 Februari 2026. Beragam kegiatan fesyen dan kecantikan dihadirkan untuk menarik pengunjung, mulai dari parade wedding, demo make up, hingga lomba fashion show dan parade desainer.

Manajer Shine Management Model, Thomas Tyo, menjelaskan bahwa Sincia Expo tahun ini mengusung tema Sincai sebagai simbol keceriaan dan keberagaman. Rangkaian acara dibuka pada Jumat (6/2/2026) dengan parade wedding serta demo make up, dilanjutkan pada Sabtu (7/2/2026) dengan lomba fashion show kategori A, B, dan C, serta parade desainer.

“Untuk parade desainer, ada tujuh desainer yang terlibat. Setiap desainer bisa menampilkan hingga 15 model, sehingga total model yang terlibat sekitar 100 orang,” ujar Thomas, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, tema busana yang ditampilkan bersifat bebas, sesuai dengan inspirasi masing-masing desainer. Mulai dari busana penuh warna, batik, hingga sentuhan etnik ditampilkan sebagai wujud kreativitas dan keberagaman karya fesyen.

Salah satu desainer yang tampil, Ritha Danisa dari Shakyla Official dengan label Sagiwa, menghadirkan koleksi busana anak bertema colorful pastel. Ia menampilkan sekitar 23 model anak usia 3 hingga 7 tahun dari berbagai agensi.

“Dunia anak itu ceria, lembut, dan penuh imajinasi. Karena itu saya memilih warna pastel seperti pink, ungu, kuning, dan biru dengan motif abstrak yang tetap soft,” jelasnya. Meski warna yang digunakan relatif seragam, Ritha menekankan setiap desain memiliki potongan berbeda agar tetap memberi kesan ceria dan variatif.

Sementara itu, desainer Astied Asmara Ni dari brand Azmara Fashion Embroidery menampilkan delapan model dengan tema batik embroidery. Ia mengusung konsep pelestarian produk dalam negeri melalui kemasan fesyen yang lebih modern dan ramah bagi generasi muda.

Baca Juga :  Ini Lho Sejarah Mudik yang Ternyata Ada Sejak Zaman Hindia Belanda

“Saya ingin batik tetap terlihat muda dan tidak terkesan tua. Tugas desainer adalah mengemas tradisi menjadi busana yang menarik untuk semua kalangan, baik muda maupun senior,” ujarnya.

Astied memilih warna-warna kalem dan pastel yang dinilai nyaman dipandang serta cocok untuk berbagai acara. Koleksi tersebut menyasar pasar usia 25 hingga 45 tahun, dengan harapan batik tetap menjadi pilihan fesyen yang relevan di tengah gempuran produk luar negeri.

Melalui Sincia Expo Pasar Atom Mall, panitia berharap dapat menjadi wadah promosi bagi desainer lokal sekaligus menggerakkan industri kreatif fesyen di Surabaya dan sekitarnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.