Cuaca Buruk, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Sementara

oleh -924 Dilihat
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim/Ist)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali menyebabkan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk ditutup sementara selama satu jam, Rabu, 4 Februari 2026. Penutupan diberlakukan mulai pukul 14.45 WIB hingga pelayanan kembali dibuka pada pukul 15.45 WIB setelah kondisi cuaca dinyatakan membaik.

Selama masa penutupan, kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di lintasan Selat Bali menjadi terbatas dan dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran.

“Pelayanan Pelabuhan Ketapang ditutup sementara karena cuaca buruk, angin kencang, dan jarak pandang terbatas mulai pukul 14.45 WIB,” ujar Korsatpel BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Rabu, 4 Februari 2026.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pelabuhan Ketapang, kecepatan angin saat penutupan tercatat berkisar antara 5–10 knot. Sementara jarak pandang hanya sekitar 200 meter.

Adapun tinggi gelombang terpantau relatif rendah di kisaran 0,1 meter, dengan arus laut mengarah ke utara berkecepatan sekitar 84,0 cm per detik. Meski demikian, faktor angin kencang dan jarak pandang terbatas menjadi pertimbangan utama diberlakukannya penutupan sementara.

Akibat kebijakan tersebut, sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali sempat tertahan di area Pelabuhan Ketapang. Kendaraan mengantre di dalam kawasan pelabuhan sambil menunggu pelayanan kembali dibuka.

“Situasi antrean kendaraan di luar Pelabuhan Penyeberangan Ketapang terpantau lancar. Untuk antrean di area parkir buffer zone nihil,” ungkap Bayu.

Setelah cuaca dinyatakan normal, pelayanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk kembali dibuka pada pukul 15.45 WIB. Aktivitas pelayaran selanjutnya berjalan normal.

Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 28 kapal beroperasi di lintasan Jawa–Bali. Sebanyak 19 kapal melayani penyeberangan melalui dermaga Movable Bridge (MB), sedangkan sembilan kapal lainnya beroperasi melalui dermaga Landing Craft Mechanized (LCM).

Baca Juga :  Hujan Ringan Melanda Surabaya, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Pihak BPTD mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mematuhi ketentuan dan arahan petugas di lapangan. Penutupan sementara pelabuhan ditegaskan sebagai langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pelayaran.((zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.