Subandi menyampaikan hal itu saat meninjau langsung progres proyek pengendalian banjir Kedungpeluk. Ia menekankan bahwa tidak boleh lagi ada alasan keterlambatan, mengingat dampak banjir setiap musim hujan selalu dirasakan masyarakat, terutama warga Desa Sebrang dan wilayah sekitarnya.
“Saya minta pekerjaan ini benar-benar selesai 14 Februari. Proyek ini sudah mengalami keterlambatan parah. Jangan sampai musim hujan datang, tetapi proyek belum bisa difungsikan secara maksimal,” tegas Subandi, Rabu (4/2/2026).
Menurut Subandi, keberadaan dam dan rumah pompa Kedungpeluk memiliki peran krusial dalam mengendalikan limpasan air saat debit sungai meningkat. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga yang selama ini menjadi korban banjir berulang.
“Setiap tahun warga di Desa Sebrang terdampak banjir. Jika proyek ini tidak segera tuntas, maka siklus permasalahan akan terus berulang. Pemerintah daerah tidak ingin kondisi itu terus terjadi,” ujarnya.
Selain percepatan penyelesaian, Subandi juga meminta kontraktor pelaksana dan dinas terkait bekerja lebih disiplin dan profesional agar kualitas bangunan tetap terjaga meski dikejar tenggat waktu. Ia menegaskan bahwa percepatan proyek tidak boleh mengorbankan standar teknis maupun fungsi jangka panjang.
“Kita kejar waktu, tetapi mutu tidak boleh turun. Proyek ini harus benar-benar siap beroperasi dan memberikan dampak nyata dalam pengendalian banjir,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap, dengan rampungnya proyek dam dan rumah pompa Kedungpeluk sesuai tenggat waktu, potensi banjir pada puncak musim hujan dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, aktivitas warga di wilayah rawan banjir diharapkan dapat kembali berjalan normal.(TAM)




