KILASJATIM.COM, Surabaya – Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 memasuki pekan terakhir dan ditutup di dua lokasi yakni Ciputra World Surabaya dan Summarecon Mall Bekasi. Festival ini menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui pemanfaatan QRIS TAP.
NumoFest telah digelar sejak 16 Januari hingga 1 Februari 2026 di sembilan kota besar Indonesia, meliputi Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya. Selama rangkaian acara berlangsung, lebih dari 300 pelaku UMKM terlibat dan seluruh transaksi diarahkan menggunakan metode pembayaran non-tunai berbasis QRIS TAP.
Pelaksanaan NumoFest di Surabaya digelar pada Jumat (30/1/2026) dan dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin, mewakili Gubernur Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Head of Business & Partnership PT Netzme Kreasi Indonesia Hafid Nur Cahyo, serta Head of Product & Technology ASPI Tata Martadinata.

Dalam talkshow bertema Menata Usaha Dengan Amanah: Perempuan dan Transaksi Digital, Arumi Bachsin menilai integritas dan transparansi menjadi faktor penting di tengah percepatan digitalisasi transaksi. Ia menyoroti peran UMKM perempuan di Jawa Timur yang semakin adaptif terhadap teknologi pembayaran digital yang aman dan akuntabel.
Menurut Arumi, perpaduan antara nilai amanah dalam berbisnis dan kemudahan transaksi digital dapat membentuk ekosistem usaha yang berkelanjutan serta dipercaya pasar internasional. Ia juga menilai NumoFest menjadi momentum untuk memperkuat posisi produk lokal agar mampu bersaing secara global.
Sementara itu, rangkaian penutupan NumoFest di Summarecon Mall Bekasi berlangsung pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari talkshow komunitas Hijabersmom, peragaan busana modest fashion, hingga penutupan resmi yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa festival ini menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat diterjemahkan ke dalam karya fashion yang modern dan berdaya saing. Pemerintah Kota Bekasi, menurutnya, berkomitmen mendukung pengembangan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bekasi dan PT Netzme Kreasi Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat sistem pembayaran digital dan mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi, khususnya bagi pelaku UMKM sektor fashion dan industri kreatif.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, mengatakan NumoFest diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi pembayaran non-tunai sekaligus mendorong perubahan perilaku transaksi di kalangan pelaku usaha. Selama penyelenggaraan pameran, seluruh merchant UMKM dibekali QRIS Soundbox Syariah (Bilal) serta aplikasi Luna POS untuk memastikan transaksi berjalan lebih aman dan efisien.
Selain pameran fashion, kuliner, dan aksesoris muslimah, NumoFest juga menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi UMKM, termasuk pemahaman tentang QRIS TAP, keamanan transaksi, serta digitalisasi usaha. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow peluncuran film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, hasil kolaborasi Netzme, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment.
Penyelenggaraan NumoFest mendapat dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia di sejumlah daerah, pemerintah daerah di sembilan kota, serta pemangku kepentingan sistem pembayaran nasional. (SAG)




