Khofifah Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan Universiti Malaya

oleh -531 Dilihat
oleh
Foto: Dok Humas Pemprov Jatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan delegasi Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, Khofifah mendorong penguatan kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya dalam rangkaian Malang Intellectual Journey. Khofifah berharap kerja sama akademik antara Jawa Timur dan Malaysia dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya, khususnya dalam penguatan SDM dan pertukaran pengetahuan,” kata Khofifah.

Khofifah memaparkan potensi Jawa Timur sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Provinsi ini memiliki jumlah penduduk hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif.

Ia menyebut, Jawa Timur juga didukung posisi geografis strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang.

Secara ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan 5,22 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,04 persen. Jawa Timur menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen serta menyumbang 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.

Peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara turut diperkuat Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur, serta keberadaan 13 kawasan industri dan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Gresik dan KEK Singhasari.

Selain potensi ekonomi, Khofifah menekankan karakter Jawa Timur sebagai wilayah yang menjunjung nilai Islam moderat dan toleransi. Menurutnya, warisan Wali Songo menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial.

Baca Juga :  Produktif Terbitkan Puluhan Buku, Warek II Unusa Raih Author of the Year

“Nilai moderasi dan toleransi ini menjadi perekat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun,” ujarnya.

Perwakilan Universiti Malaya, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, mengapresiasi sambutan Pemprov Jawa Timur. Ia menyebut paparan Gubernur Khofifah memberi perspektif baru terkait moderasi beragama di Jawa Timur.

“Kami mendapat pemahaman yang lebih mendalam tentang praktik moderasi yang hidup di masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu awal kerja sama konkret di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan SDM antara Jawa Timur dan Malaysia.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.