Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Surabaya, Lewat Imigrasi Tanpa Antre

oleh -285 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Khofifah menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama dan mengapresiasi kinerja semua pihak. (Fptp: dok Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6) malam. Kepulangan kloter perdana ini sekaligus menandai dimulainya proses pemulangan ribuan jemaah haji Jawa Timur dari Tanah Suci.

Setibanya di Asrama Haji Surabaya, para jemaah menjalani pemeriksaan melalui Immigration Seamless Process Corridor Gate dan pemeriksaan kesehatan menggunakan thermal scanner sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Khofifah bersyukur seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi baik setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

“Alhamdulillah para jemaah tiba dalam keadaan sehat dan segar. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut mengapresiasi inovasi layanan yang dihadirkan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui teknologi Immigration Seamless Process Corridor Gate. Teknologi berbasis biometrik tersebut memungkinkan jemaah melewati proses pemeriksaan imigrasi tanpa harus berhenti atau menunjukkan paspor secara manual.

Menurutnya, sistem tersebut mempercepat proses kedatangan karena identifikasi dilakukan melalui pemindaian iris mata yang terhubung dengan data keimigrasian.

“Jemaah cukup berjalan melewati alat dan identitasnya langsung terdeteksi melalui sensor iris mata. Prosesnya cepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Khofifah menilai digitalisasi layanan tersebut menjadi bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang memberikan kemudahan bagi jemaah haji, terutama para lansia dan kelompok rentan.

Selain menyambut kepulangan jemaah, Khofifah juga mengajak seluruh hadirin mendoakan jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia berharap seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Baca Juga :  Hujan Deras, Armada Damkar dan DLH Surabaya Dikerahkan Tangani Genangan

Gubernur Jawa Timur itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pelayanan di Arab Saudi, hingga pemulangan jemaah ke Indonesia.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur M As’adul Anam menilai pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih baik, terutama dari aspek kesehatan jemaah.

Ia melaporkan, pada Kloter I Debarkasi Surabaya tercatat satu jemaah wafat dan satu lainnya masih menjalani perawatan karena sakit.

As’adul juga mengapresiasi dukungan layanan imigrasi yang mempercepat proses kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Surabaya.

“Kami berterima kasih atas layanan percepatan dari imigrasi melalui sistem seamless corridor. Teknologi ini sangat membantu mempercepat proses kepulangan jemaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan serupa saat ini digunakan untuk mendukung kepulangan jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.