BPN Bondowoso Fokus Tiga Program Prioritas, PTSL hingga Inovasi “Tape Wakaf” Digenjot Tahun Ini

oleh -598 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso — Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bondowoso menetapkan tiga program strategis yang menjadi fokus utama pada tahun ini. Program-program tersebut dinilai mendesak karena menyangkut kepastian hukum hak atas tanah, pembenahan kualitas data pertanahan, serta penataan administrasi tanah wakaf agar lebih tertib dan terintegrasi.

Kepala BPN Bondowoso, Zubaidi, A.Ptnh. M.Si, menjelaskan bahwa program pertama yang menjadi prioritas adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pada tahun ini, BPN Bondowoso menargetkan penerbitan sekitar 15.000 sertifikat, dengan jumlah bidang tanah yang akan dilakukan pengukuran mencapai 6.000 bidang.

“PTSL tetap menjadi program yang paling mendesak karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat akan kepastian hukum atas tanah yang mereka miliki,” ujar Zubaidi.

Program kedua yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas data pertanahan, khususnya terhadap sertifikat lama yang masuk kategori KW 4, 5, dan 6. Sertifikat dalam kategori tersebut selama ini belum terhubung (linking), belum dipetakan, serta belum tervalidasi secara digital.

“Jumlah bidang tanah yang belum terpetakan dan tervalidasi saat ini mencapai 28.823 bidang. Ini pekerjaan besar dan cukup berat, karena kami harus menyesuaikan buku tanah lama agar bisa masuk ke sistem peta digital yang sekarang digunakan,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pembaruan data tersebut, BPN Bondowoso berencana menggandeng berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah hingga perguruan tinggi, termasuk memanfaatkan aplikasi pendukung agar proses pemutakhiran data pertanahan dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, BPN Bondowoso juga memprioritaskan pendataan dan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Dari estimasi sekitar 400-an bidang tanah wakaf yang ada di Bondowoso, tahun ini akan dilakukan pendataan ulang sekaligus pencatatan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Hanya di Alfamidi Tutup Tahun Tawarkan Program Beli Handuk Berhadiah Motor

“Kami akan bekerja sama secara intens dengan Kementerian Agama dan pemerintah desa. Untuk program wakaf ini, kami mengusung inovasi khas Bondowoso yang kami beri nama Tape Wakaf, singkatan dari Tuntas Administrasi dan Percepatan Eksekusi Wakaf,” ungkap Zubaidi.

Melalui inovasi tersebut, BPN Bondowoso juga berencana mengembangkan sistem atau aplikasi berbasis tautan yang dapat diakses bersama oleh BPN, Kemenag, NU, hingga Badan Wakaf Indonesia.

“Harapannya ke depan kita memiliki satu data wakaf yang valid dan sama. Kita bisa mengetahui mana tanah yang sudah ikrar, terdaftar, diukur, dan mana yang belum, sehingga tidak ada lagi perbedaan data antar instansi,” pungkasnya.

Dengan berbagai program prioritas tersebut, BPN Bondowoso optimistis pelayanan pertanahan kepada masyarakat akan semakin cepat, transparan, dan akuntabel.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.