Program SIKAP Jatim Libatkan 754 Sekolah, Borong Dua Rekor MURI

oleh -760 Dilihat
oleh
Foto: Dok Humas Pemprov Jatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung gerakan penanaman tanaman produktif, penebaran benih ikan, dan panen serentak yang melibatkan 110.481 guru dan murid SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta se-Jawa Timur.

Gerakan masif tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dan mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta secara langsung di lokasi utama, serta 109.981 guru dan siswa dari 754 sekolah yang mengikuti secara daring di seluruh Jawa Timur.

Dua rekor MURI yang diraih Jawa Timur yakni sebagai pelopor dan pelaksana sekolah inovatif ketahanan pangan terbanyak dengan 754 satuan pendidikan, serta pemrakarsa gerakan penanaman tanaman produktif dan penebaran benih ikan serentak oleh lebih dari 110 ribu guru dan murid.

Khofifah menyebut Program SIKAP dirancang sebagai model pendidikan kontekstual yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan isu strategis ketahanan pangan.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik menanam, merawat, hingga memanen,” kata Khofifah dalam keterangannya yang dikutip, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting pembangunan Jawa Timur. Karena itu, sekolah didorong berperan aktif menanamkan kesadaran pangan sejak dini sekaligus membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.

Pelaksanaan tanam, tebar benih, dan panen serentak disebut sebagai simbol komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, guru, dan siswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.

Usai peresmian, Khofifah meninjau langsung praktik ketahanan pangan di SMKN 1 Plosoklaten, mulai dari panen telur, pengelolaan ayam potong, kandang kambing dan sapi perah, hingga budidaya ikan dan tanaman produktif.

Baca Juga :  Kuliah Tamu di Ubaya, Khofifah: Mutual Understanding, Trust and Respect Jadi Kunci Menjaga dan Merawat Kebhinekaan

Ia menilai praktik langsung tersebut memberi pengalaman riil bagi siswa karena mereka terlibat dalam seluruh siklus produksi, termasuk perawatan dan pengelolaan hasil panen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan Program SIKAP telah diikuti 754 sekolah negeri dan swasta dari total sekitar 4.300 sekolah di Jawa Timur.

Meski sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan, program tetap berjalan melalui optimalisasi ruang, termasuk pemanfaatan lahan minimalis dan sistem hidroponik. Jenis tanaman disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing sekolah.

Di SMK, program ini terintegrasi dengan pembelajaran produksi dan pemasaran, sementara di sekolah umum hasil panen dapat dimanfaatkan langsung oleh warga sekolah, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang saling mendukung.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.