KILASJATIM.COM, Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026). Program ini menjadi upaya konkret Pemprov Jatim dalam menanamkan ketahanan pangan berkelanjutan sejak lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah turut melakukan penanaman perdana bibit tanaman serta menabur benih ikan. Peluncuran SIKAP diikuti oleh seluruh sekolah tingkat SMA di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, baik secara luring maupun daring.
Program SIKAP melibatkan sebanyak 110.481 guru, murid, dan anggota pramuka dari 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Gubernur Khofifah mengapresiasi peran para guru dan siswa yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan di lingkungan pendidikan.
“Sesungguhnya ketahanan pangan, apalagi ketahanan pangan berkelanjutan, bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa,” puji Khofifah.
Khofifah juga memuji inovasi serta inisiatif yang dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menggagas program SIKAP. Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata.
“SIKAP, Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, kita tidak hanya teriak, tapi kita bekerja. Panjenengan sudah bekerja, melakukan inovasi menyiapkan format-format ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa program SIKAP merupakan wujud nyata pendidikan yang hidup, di mana kemandirian pangan berkelanjutan ditanamkan sejak dini melalui praktik langsung di sekolah.
“Inisiatif ini menjadi wujud nyata pendidikan yang hidup, yakni mengajarkan kemandirian, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong sejak bangku sekolah,” ungkap Aries.
Program SIKAP diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan keterampilan dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.(FRI)




