Gubernur Khofifah Minta Normalisasi Sungai Lubawang Pasca Banjir Bandang Situbondo

oleh -956 Dilihat

KILASJATIM.COM, Situbondo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan normalisasi Sungai Lubawang di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang, Jumat (23/1/2026).

Saat meninjau Sungai Maleng di Dusun Rampak, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Gubernur Khofifah menegaskan perlunya penguatan struktur sungai guna mencegah banjir susulan. Sungai Maleng diketahui merupakan salah satu aliran dari Sungai Lubawang.

“Setelah melihat di titik ini, bronjong perlu dikuatkan, ditambah, dilapisi, dan tetap harus ada proses pengerukan,” ujar Khofifah di sela-sela peninjauan.

Luapan Sungai Maleng sebelumnya mengakibatkan banjir yang merendam sekitar 130 rumah warga di Dusun Rampak dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Sementara itu, luapan Sungai Lubawang juga merendam sebanyak 440 rumah warga di Desa Lubawang dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Dalam peristiwa tersebut, satu rumah dilaporkan rusak total beserta seluruh isinya.

Gubernur Khofifah menyatakan, Pemprov Jawa Timur akan melakukan pengerukan sungai secara lebih signifikan serta memperkuat bronjong di sejumlah titik rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menahan luapan air akibat sedimentasi yang selama ini belum tertangani secara optimal.

“Kita akan lakukan pengerukan yang lebih signifikan. Kemudian ada bronjong yang lebih signifikan untuk menahan luapan air karena sedimentasi yang belum dikeruk,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, upaya normalisasi sungai di wilayah Kabupaten Situbondo terus dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi sungai. Ia mencontohkan beberapa kecamatan yang kondisinya mulai membaik setelah dilakukan pengerukan.

“Kecamatan Mlandingan sudah membaik, Kendit juga membaik. Kita sudah lakukan proses pengerukan dan terbukti bisa signifikan mengurangi volume banjir di sana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelantikan Pj Wali Kota Batu, Gubernur Khofifah Pesankan Pengembangan Sektor Wisata dan Industri Kreatif

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun RRI, hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Situbondo pada Rabu (21/1/2026) mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan Sungai Lubawang dan sejumlah anak sungai lainnya meluap ke pemukiman warga.

Tercatat, banjir bandang berdampak pada lima kecamatan dengan total rumah terdampak mencapai 3.697 unit. Rinciannya, Kecamatan Besuki sebanyak 3.015 rumah, Banyuglugur 440 rumah, Bungatan 113 rumah, Mlandingan 169 rumah, dan Kendit 157 rumah.

Pemprov Jawa Timur bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan penanganan darurat serta menyiapkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.