Bima Arya Pelajari Sistem Pompa Surabaya, Dianggap Layak Ditiru

oleh -482 Dilihat
oleh
Wamendagri Bima Arya puji sistem kerja Rumah Pompa Kota Surabaya yang akan diusulkan untuk diaplikasikan ke daerah lain. (Foto: Dok Humas Pemkot)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sistem pengendalian banjir Kota Surabaya. Ia menyebut, sistem rumah pompa yang dilakukan Pemkot Surabaya dinilai efektif menekan genangan, bahkan di kawasan pusat kota yang sebelumnya rawan banjir.

Bima Arya mengatakan tantangan cuaca ekstrem menuntut pemerintah daerah tidak hanya siaga, tetapi juga menghadirkan inovasi konkret. Ia menyebut Surabaya menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil membangun sistem pengendalian banjir secara terintegrasi.

“Surabaya punya sistem pompa air yang mampu mengurangi genangan secara signifikan. Bahkan di pusat kota, persoalan banjir hampir tidak ada lagi,” kata Bima Arya dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (23/1/2026).

Ia mengaku tertarik mempelajari lebih dalam sistem yang diterapkan Pemkot Surabaya. Menurutnya, praktik baik tersebut berpeluang direplikasi di daerah lain, mengingat penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Bima Arya juga menyinggung upaya rekayasa cuaca yang saat ini dilakukan di sejumlah wilayah. Meski efektif, metode tersebut membutuhkan biaya besar dan lebih cocok diterapkan di tingkat provinsi. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong mengembangkan solusi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang disorot adalah sistem pompa Surabaya yang terintegrasi dengan mechanical screen untuk pengelolaan sampah. Kemendagri akan mengkaji aspek teknologi, skema penerapan, hingga peluang adopsinya secara nasional.

“Sistem ini menarik untuk dikaji, apakah bisa direplikasi atau disesuaikan dengan karakter daerah lain,” pungkasnya.

Meski begitu, Wali Kota Eri Cahyadi mengakui masih ada beberapa titik banjir seperti di kawasan Simo dan sekitar SMA Negeri 14 Surabaya yang baru mulai ditangani pada 2026. Penanganannya dilakukan bertahap karena karakter wilayahnya berisiko berdampak ke kawasan lain.

Baca Juga :  Otorita IKN Jajaki Kerja Sama Bangun Kota Masa Depan dengan Shenzhen

“Penanganan banjir ini proses jangka panjang dan harus hati-hati agar tidak memindahkan masalah ke wilayah lain,” jelasnya.

Eri menegaskan pertemuan tersebut membuka peluang agar sistem pengendalian banjir Surabaya dapat diadopsi atau dikembangkan di daerah lain.

“Kalau tidak dibangun pompa dan long storage, banjir tidak akan pernah selesai. Daerah lain jangan menyerah, terus cari solusi,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.