Perkuat Mitigasi Bencana, Bondowoso Tanam 2.000 Pohon di Kawasan Rawan Banjir

oleh -1347 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui gerakan pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan penanaman 2.000 bibit pohon di sepanjang aliran sungai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kamis (22/1/2026), yang melibatkan berbagai elemen lintas sektor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bencana.

“Menanam pohon ini bukan untuk hasil hari ini. Ini adalah investasi lingkungan dan kehidupan ke depan. Yang paling penting adalah membangun kesadaran bersama agar semua pihak ikut menjaga dan merawat lingkungan,” ujar Fathur Rozi di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, kawasan aliran sungai Desa Gunungsari merupakan wilayah yang memiliki kerawanan bencana banjir. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, daerah tersebut tercatat telah dua kali mengalami kejadian banjir, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Menurut Sekda, kekuatan utama dari gerakan tanam pohon ini terletak pada keterlibatan lintas sektor. Kegiatan dimulai dari internal BPBD Bondowoso dan melibatkan Forkopimda, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, komunitas Bondol Bondowoso, PMI, Pramuka, relawan siaga bencana, serta masyarakat setempat.

“Keterlibatan semua unsur ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan dan hutan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Bibit pohon yang ditanam bersumber dari Perhutani, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jatim, serta BPBD Bondowoso. Jenis tanaman yang dipilih pun beragam, mulai dari pohon tegakan hingga pohon buah, yang memiliki fungsi menyerap air, menahan tanah, dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Fathur Rozi menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari keberlanjutan perawatan. Ia memastikan BPBD bersama Pemerintah Desa Gunungsari dan masyarakat akan melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala.

Baca Juga :  Jurus Dishub Bondowoso Berkontribusi Untuk Tingkatkan PAD

“Menanam lalu ditinggal hingga mati tidak ada artinya. Yang terpenting adalah perawatan agar pohon bisa tumbuh dan benar-benar memberikan manfaat ekologis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan tanam pohon telah menjadi agenda berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah lain yang rawan bencana, salah satunya di Desa Sumbersalak.

“Prinsipnya sederhana, pohon yang ditanam harus mampu menyerap air, menahan tanah, dan menjaga keseimbangan alam. Dengan begitu, risiko bencana bisa ditekan,” pungkasnya.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.