Kemenkop Sasar Milenial–Gen Z, JMSI Apresiasi Langkah Ferry Juliantono

oleh -758 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kementerian Koperasi tengah melakukan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), salah satunya melalui pembaruan strategi komunikasi agar lebih menjangkau kalangan Milenial dan Generasi Z. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi pelaku koperasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan organisasi perusahaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu petang (21/1/2026).

Ferry menyatakan optimistis generasi Milenial dan Gen Z memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang andal, salah satunya melalui penguatan peran koperasi.

“Di tahun 2026 ini ada beberapa perubahan strategi yang sudah dan sedang dilakukan Kementerian Koperasi. Yang pertama adalah perubahan strategi komunikasi, karena kita ingin menyasar kalangan Milenial dan Gen Z,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Koperasi Merah Putih didesain untuk mendorong peningkatan produktivitas bangsa dan menjadi wadah penyerapan tenaga kerja,” kata Ferry yang juga baru terpilih sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Selain perubahan strategi komunikasi, Kementerian Koperasi juga tengah membenahi strategi digitalisasi koperasi. Ferry menilai selama ini data koperasi yang dimiliki masih bersifat statis dan belum mencerminkan kondisi riil aktivitas koperasi di lapangan.

“Kita ingin bertransformasi dari data yang sebelumnya sangat statis. Selama ini kami hanya menerima laporan Rapat Anggota Tahunan, tetapi belum memiliki data yang utuh dan komprehensif tentang koperasi desa dan seluruh aktivitasnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Operasional Kereta Pekalongan-Sragi Pulih, Laju Dibatasi 30 Km/Jam

Melalui berbagai pembenahan tersebut, Ferry berharap koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga, tetapi mampu tumbuh menjadi badan usaha yang berorientasi profit serta memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Koperasi juga melakukan penguatan kelembagaan, antara lain dengan penambahan sekitar 800 pegawai serta peningkatan status Kementerian Koperasi menjadi kementerian Kelompok II. Selain itu, kementerian juga tengah memfinalisasi daftar inventarisasi masalah (DIM) rancangan undang-undang baru sistem perkoperasian nasional sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Kementerian Koperasi menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan dengan menggandeng Ikopin University di Jatinangor, Sumedang, guna mencetak kader koperasi yang lebih segar dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami sudah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nantinya akan ada mata kuliah dasar koperasi dan ekonomi Pancasila di perguruan tinggi, termasuk program KKN untuk membantu kegiatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry.

Kementerian Koperasi juga mengoptimalkan peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam mendukung pembiayaan koperasi. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, kementerian mendapat mandat untuk menyusun model bisnis serta modul pelatihan bagi pengawas, pengurus, dan pengelola koperasi.

Selain itu, Ferry memaparkan progres pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan Koperasi Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Saat ini, terdapat sekitar 47 ribu titik tanah yang teridentifikasi siap dibangun, dengan 27 ribu di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan fisik.

“Diharapkan pada Maret atau April nanti sekitar 25 ribu hingga 30 ribu bangunan fisik gerai, gudang, dan perlengkapan selesai dibangun dan siap beroperasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Terima Pengurus JMSI Jatim, Begini Pesan Dirut RSUD Dr Soetomo

Dengan target tersebut, pemerintah berharap hingga akhir 2026 pembangunan fisik sekitar 80 ribu Koperasi Merah Putih dapat rampung. Ferry menegaskan koperasi desa dan kelurahan akan menjadi instrumen ekonomi baru agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha dalam ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas langkah dan kerja keras Kementerian Koperasi dalam mewujudkan arah pembangunan ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

“Kami memahami tugas Kementerian Koperasi tidak mudah. Sebagai organisasi perusahaan media, JMSI siap memberikan dukungan terhadap kerja besar pemerintah dalam mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Teguh.

Dalam pertemuan tersebut, Teguh didampingi sejumlah pengurus pusat JMSI, di antaranya Ketua Harian Ari Rahman, Wakil Bendahara Riza Awaluddin, Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas Dino Umahuk, Ketua Bidang Usaha dan Pendanaan Syarif Hidayatullah, serta staf Sekretariat Nurfaizah Al Adabiyah.(pur)

No More Posts Available.

No more pages to load.