Basarnas Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 kepada KNKT

oleh -762 Dilihat

Suasana di sela penyerahan blackbox pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung Pangkep, Kamis 22 Januari 2026.

 

KILASJATIM.COM, Makasar – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan investigasi kecelakaan pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penyerahan black box tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. Prosesi penyerahan berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Kamis (22/1/2026), sekitar pukul 12.30 WITA.

Penyerahan dilakukan setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi perangkat perekam penerbangan dari lokasi kecelakaan yang memiliki medan ekstrem dan sulit dijangkau. Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan telah memasuki hari keenam sejak kecelakaan terjadi.

“Operasi SAR yang kita laksanakan ini memprioritaskan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500. Sesuai ketentuan, operasi akan kami evaluasi pada hari ketujuh dan keputusan perpanjangan akan kami sampaikan kemudian,” ujar Mohammad Syafii kepada awak media.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam operasi SAR, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, potensi SAR, hingga masyarakat setempat. Syafii juga memberikan apresiasi khusus atas keterlibatan langsung Pangdam XIV/Hasanuddin beserta jajaran TNI Angkatan Darat yang turun langsung ke lokasi pencarian.

Dengan ditemukannya black box, Syafii berharap proses investigasi kecelakaan pesawat oleh KNKT dapat berjalan lebih cepat dan akurat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban tetap menjadi prioritas utama.

“Penemuan black box ini diharapkan dapat membantu KNKT dalam melakukan asesmen sekaligus evaluasi guna mengungkap penyebab kecelakaan yang sama-sama tidak kita harapkan,” katanya.

Baca Juga :  Cucu Pendiri NU KH Irfan Yusuf Beri Dukungan Keluarga Korban

Selain black box, tim SAR juga menemukan sejumlah bagian badan pesawat serta bagian tubuh korban. Untuk proses selanjutnya, bagian tubuh korban akan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), mengingat kewenangan penetapan identitas korban berada pada tim tersebut.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa tugas utama KNKT adalah melakukan investigasi kecelakaan transportasi guna menemukan penyebab kejadian dan merumuskan pelajaran keselamatan ke depan.

Ia menyebutkan bahwa black box pesawat terdiri dari dua perangkat utama, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam seluruh percakapan dan suara di dalam kokpit, serta Flight Data Recorder (FDR) yang menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan, termasuk ketinggian, kecepatan, dan data teknis lainnya.

“Kedua perangkat ini sangat penting untuk mengetahui secara tepat apa yang terjadi sebelum kecelakaan. Kami akan menyusun laporan investigasi dan rekomendasi keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Soerjanto.

Menurutnya, meskipun lokasi penemuan black box berada di medan yang sangat ekstrem, tim SAR berhasil menemukan kedua perangkat tersebut sebelum operasi SAR berakhir. KNKT pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR atas dukungan dan kerja keras di lapangan.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana yang menyatakan kebanggaan pemerintah atas dedikasi seluruh pihak dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia turut mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan, sehingga proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan lancar hingga tuntas.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.