Bondowoso Satukan TPID, TP2ED, dan TP2DD Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

oleh -1097 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Senin (20/1/2026). Forum strategis ini menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus mempercepat digitalisasi daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Bupati Bondowoso menegaskan bahwa tantangan perekonomian daerah ke depan semakin kompleks. Ketidakpastian global, perubahan iklim, dinamika distribusi pangan, hingga laju transformasi digital yang sangat cepat, menuntut pemerintah daerah untuk tidak lagi bekerja secara sektoral.

“TPID, TP2ED, dan TP2DD memiliki peran yang saling melengkapi. Kolaborasi ketiganya menjadi kunci dalam menjaga inflasi tetap terkendali, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan digitalisasi berjalan efektif dan merata,” tegas Bupati.

Dalam forum tersebut, penguatan ketahanan pangan dan stabilisasi harga menjadi perhatian utama. Menurut Bupati, inflasi yang terkendali bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan terjaganya daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Oleh sebab itu, penguatan produksi pangan lokal, kelancaran distribusi, kecukupan pasokan, serta efektivitas operasi pasar harus terus diperkuat melalui kerja nyata TPID.

Selain itu, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui TP2ED diarahkan pada pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Potensi unggulan Bondowoso, terutama sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi lokal, dinilai memiliki peran besar sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil.

Sementara itu, TP2DD diharapkan mampu menjadi penggerak utama akselerasi digitalisasi daerah. Digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penerapan teknologi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, serta perluasan akses layanan publik dan ekonomi. Digitalisasi sistem pembayaran, penguatan UMKM digital, hingga pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan dinilai penting untuk mendukung pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Musrenbang Bondowoso 2027: Fokus Percepat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Melalui HLM ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong terbangunnya komitmen bersama untuk memperkuat sinergi kebijakan antar tim, mendorong inovasi daerah berbasis teknologi, mengoptimalkan pemanfaatan data dan early warning system, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, hingga masyarakat.

Bupati menegaskan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti secara konkret dan terukur.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan hasil HLM ini benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” ujarnya.

HLM ini turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso, perwakilan Bank Indonesia Jember, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, serta seluruh anggota TPID, TP2ED, dan TP2DD Kabupaten Bondowoso.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.