2.600 Pendidik Jatim Digembleng, Pemprov Siapkan Lumbung Talenta Digital

oleh -938 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan peran daerah sebagai pemasok utama talenta digital nasional. Sebanyak 2.600 tenaga pendidik dari seluruh Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang digelar secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini diikuti 190 peserta secara luring dan 2.410 peserta daring dari berbagai satuan pendidikan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Jawa Timur memiliki modal kuat untuk berkontribusi besar dalam pembangunan talenta digital nasional, mulai dari jumlah penduduk yang besar, keragaman lembaga pendidikan, hingga ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” kata Khofifah.

Menurutnya, percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi diposisikan sebagai sektor pendukung, melainkan instrumen utama dalam meningkatkan daya saing daerah dan nasional.

Khofifah menyebut, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat, akan menjadi penentu daya saing Indonesia ke depan. Dalam konteks tersebut, Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif.

“Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari kebijakan negara untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan ekonomi berbasis pengetahuan. Penguatan kapasitas pendidik menjadi kunci transformasi pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan pembelajaran dari sekadar hafalan menuju pembelajaran mendalam atau deep learning. Pendekatan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital peserta didik.

Baca Juga :  Ditutup Mulai 24 Juli Hingga 24 September, Ini Jalur Alternatif Jalur Gumitir

“Pendidikan harus berdampak. Dari pendidikan yang berdampak itulah kita menyiapkan talenta digital yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” tambahnya.

Khofifah menegaskan, pembangunan talenta digital juga harus disertai penguatan etika dan karakter Pancasila. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, serta ekosistem inovasi menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Kegiatan tersebut dinilai menjadi tonggak awal peran aktif daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

“Melalui program ini, kami ingin kemampuan dunia pendidikan di Jawa Timur semakin tajam dalam digitalisasi. Pengelolaan talenta sejak dini akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi peserta didik sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri,” kata Aries. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.