Pemkab Lamongan Salurkan 5 Ton Beras dan Siapkan Kajian Risiko Bencana untuk Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero

oleh -627 Dilihat

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan beras

KILASJATIM.COM, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan logistik berupa lima ton beras kepada warga terdampak banjir Bengawan Jero di Kecamatan Deket, sekaligus menyiapkan Kajian Risiko Bencana (KRB) sebagai langkah jangka panjang penanganan banjir.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengatakan bantuan beras disalurkan melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lamongan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

“Hari ini Korpri Kabupaten Lamongan menyalurkan lima ton beras sebagai bantuan logistik untuk wilayah Deket yang terdampak luapan Bengawan Jero,” ujarnya usai penyaluran bantuan di Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).

Dirham menambahkan, Pemkab Lamongan terus melakukan penanganan banjir secara bertahap, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, pemerintah memperpanjang durasi operasional pompa di pintu Kuro sejak 27 Desember 2025, dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir intensitas hujan agar tidak menambah luapan air di wilayah terdampak.

Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkab Lamongan menyiapkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang akan menjadi dasar perencanaan penanggulangan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir Bengawan Jero. “KRB ini akan menjadi dasar data perencanaan penanggulangan bencana yang efektif, menghasilkan dokumen dan peta risiko sebagai panduan pembangunan yang aman, serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah,” ujar Dirham.

Camat Deket, Suwanto Sastrodiharjo, melaporkan terdapat lima desa terdampak luapan Bengawan Jero, salah satunya Desa Laladan dengan ketinggian air mencapai sekitar 45 sentimeter. Ia menyebutkan bantuan logistik dan nonlogistik saat ini cukup untuk didistribusikan, karena selain dari Pemkab Lamongan juga berasal dari Kodim 0812, kepolisian, dan mahasiswa.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp50.000, Tembus Rp2.954.000 per Gram

“Distribusi bantuan kami fokuskan per desa agar tidak terjadi kesalahan data,” jelas Suwanto.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa terdampak juga menyampaikan aspirasi terkait solusi jangka pendek dan panjang. Seluruh aspirasi itu akan ditampung dan diupayakan terealisasi untuk mengatasi bencana hidrometeorologi di wilayah setempat.(put)

No More Posts Available.

No more pages to load.