Jalur Pantura Pulih, KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Kembali Melayani Penumpang

oleh -752 Dilihat
Salah satu jalur yang dilewati KA Blambangan dan Pandangan terjadi banjir di karawang Pekalongan Jateng. Saat ini, dua KA itu kembali beroperasi dengan normal. (Foto: Daop 9 Jember)

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Setelah sempat mengalami gangguan operasional akibat banjir di wilayah Daop 4 Semarang, dua kereta api tujuan Daop 9 Jember kembali beroperasi pada Senin (19/1/2026). Dua kereta api tersebut yakni KA Blambangan Ekspres dan KA Pendalungan.

Sesuai jadwal, kedua kereta api tersebut kembali diberangkatkan melalui jalur Pantai Utara (Pantura). Kabar ini menjadi informasi penting bagi masyarakat, mengingat pada hari sebelumnya, Minggu (18/1/2026), perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat dibatalkan demi menjaga keamanan dan keselamatan penumpang akibat tingginya genangan air di jalur kereta api wilayah Semarang.

Sementara itu, KA Pendalungan relasi Jember–Gambir (PP) yang sebelumnya mengalami perubahan pola operasi, kini juga telah dapat melintasi jalur utara secara normal. Meski demikian, demi alasan keselamatan, pada beberapa titik jalur terdampak banjir masih diberlakukan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pemulihan jalur dilakukan secara bertahap setelah tim prasarana KAI bekerja ekstra di lapangan.

“Kami menginformasikan bahwa jalur hilir dan hulu di wilayah terdampak banjir kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas setelah tim prasarana KAI melakukan penguatan pada tubuh dan bantalan jalan rel serta memastikan sistem persinyalan berfungsi dengan baik,” ujar Cahyo.

Ia menambahkan bahwa upaya normalisasi penuh masih terus dilakukan di sejumlah titik agar kecepatan perjalanan kereta api dapat segera kembali ke batas maksimal yang diizinkan.

“Tim prasarana terus berupaya menormalisasi jalur agar seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal sesuai kecepatan yang ditetapkan, sehingga ketepatan waktu perjalanan dapat terjaga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bondowoso Gebyar Muharam di Grujugan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Dalam proses pemulihan tersebut, KAI menjalankan langkah-langkah secara bertahap dan terpadu. Upaya tersebut meliputi perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, hingga keputusan pembatalan perjalanan dalam kondisi tertentu yang harus dilakukan demi keselamatan jiwa penumpang.

Sebagai bagian dari penanganan jangka pendek, KAI juga menyiagakan personel di titik-titik rawan. Di sisi lain, langkah preventif jangka panjang terus diperkuat melalui koordinasi lintas pihak bersama pemerintah daerah, instansi teknis, serta para pemangku kepentingan terkait.

Sinergi tersebut bertujuan untuk memastikan prasarana perkeretaapian semakin andal dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan operasional tersebut. KAI menegaskan bahwa setiap kebijakan operasional, baik berupa rekayasa jalur maupun pembatalan perjalanan, diambil berdasarkan evaluasi teknis yang menyeluruh dan kondisi riil di lapangan demi menjamin keselamatan tertinggi bagi penumpang.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.