Identifikasi Korban ATR Pangkep Dimulai, Keluarga Serahkan Sampel DNA

oleh -474 Dilihat
oleh
Kombes Pol Muhammad Haris (tengah) Kepala Biddokkes Polda Sulsel. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Makasar – Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai menjalani pengambilan sampel DNA. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Salah satu keluarga korban, Haerul Gunawan, adik kandung co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, Minggu (18/1) kemarin.

“Hari ini ada satu keluarga korban yang datang memberikan keterangan dan diambil sampel DNA-nya,” kata Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris dalam keterangannya yang dikutip, Senin (19/1/2026).

Menurut Haris, sampel DNA tersebut akan dicocokkan dengan data post mortem apabila jenazah korban ditemukan. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan identitas korban secara akurat.

Selain di Sulawesi Selatan, pengambilan sampel juga dilakukan di daerah lain. Keluarga korban Esther Aprilita, salah satu pramugari pesawat nahas itu, menjalani prosedur serupa di Jawa Barat.

Haris menyebut, hingga kini pihaknya terus menghubungi keluarga korban lainnya. Dari total 10 korban, masih ada delapan keluarga yang belum menyerahkan sampel DNA.

“Kami aktif melakukan penelusuran dan koordinasi agar seluruh keluarga korban bisa segera diambil sampelnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memastikan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar telah disiapkan sebagai pusat identifikasi korban. Personel DVI Mabes Polri juga telah diterjunkan untuk memperkuat proses identifikasi.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) diketahui membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Tiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Baca Juga :  Longsor di Pantai Sine, Dua Warung Wisata di Tulungagung Amblas ke Jurang

Adapun kru pesawat terdiri dari Captain Andi Dahananto (pilot), Muhammad Farhan Gunawan (copilot), serta awak kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Pesawat dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026). Hingga hari kedua operasi SAR, tim gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat dan satu jenazah korban yang masih dalam proses identifikasi.

Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan fokus pada penyisiran area pegunungan Bulusaraung yang memiliki medan terjal dan sulit dijangkau. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.