Pasutri di Bondowoso Tertimpa Pohon Tumbang, Alami Luka-luka

oleh -1037 Dilihat
Petugas BPBD Bondowoso Mendatangi Korban Kasno (Tengah) Yang Mengalami Luka-luka Akibat Tertimpa Pohon Tumbang – Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Bondowoso tertimpa pohon tumbang saat melintas di Desa Sumbermalang, Kecamatan Wringin, Jumat (16/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan kedua korban mengalami luka-luka.

Korban diketahui bernama Kasno (42), warga Desa Bandelan, Kecamatan Binakal. Ia mengalami luka pada bagian kaki, dislokasi bahu kanan, serta dua gigi tanggal akibat benturan. Kasno sempat dilarikan ke Puskesmas Wringin untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, istri korban, Murni Antika (28), mengalami luka di bagian paha sebelah kiri. Beruntung, anak mereka yang berusia lima tahun selamat tanpa mengalami luka karena berada di posisi tengah saat kejadian.

Kepala Desa Bandelan, Bambang Sartono, menjelaskan bahwa warganya tersebut sedang dalam perjalanan mengunjungi sebuah pondok pesantren di Kecamatan Wringin dengan mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya.

“Namun nahas, saat melintas tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa sepeda motor korban,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, selain sepeda motor korban, sebuah kendaraan pikap juga turut tertimpa pohon tumbang tersebut. “Ada pikap juga yang tertimpa pohon. Kalau warga saya yang naik motor,” katanya.

Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Wringin, korban langsung dipulangkan ke rumahnya. Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops BPBD Bondowoso bersama Agisena BPBD Jawa Timur melakukan asesmen dengan mendatangi lokasi kejadian, Puskesmas Wringin, serta rumah korban.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan peristiwa pohon tumbang ke badan jalan dipicu oleh angin kencang. Berdasarkan hasil asesmen, terdapat dua kendaraan yang terdampak.

“Korban sudah dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hujan Disertai Angin Kencang Rusak 18 Rumah di Prambon Sidoarjo

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi. Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem diprediksi berlangsung pada periode 11 hingga 20 Januari 2026.

“Waspada terus perlu ditingkatkan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, kendaraan pikap bernomor polisi P 8421 AB mengalami kerusakan parah pada kaca depan. Sementara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi P 3790 BN rusak berat di bagian setir akibat tertimpa pohon.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.