Aksi Pulihkan Pesisir, Sobat Bumi ITS Gabungkan Konservasi dan Edukasi Bencana

oleh -715 Dilihat
Aksi Tanam Pohon oleh tim Pertamina Foundation Sobat Bumi (PFs) ITS bersama Wepose Indonesia di Taman Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. (Foto: Humas ITS)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tingginya risiko kebencanaan serta degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Menjawab tantangan tersebut, awardee beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation ITS menginisiasi program Aksi Tanam Pohon dan Aksi Pulihkan Bumi sebagai upaya mitigasi dan edukasi berkelanjutan.

Mengusung tema Indonesia Pulih, Indonesia Lestari, kegiatan ini mengintegrasikan aksi konservasi mangrove dengan edukasi kebencanaan bagi generasi muda. Ketua Pelaksana Aksi Sobat Bumi ITS, Khalil, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini agar dampak yang dihasilkan dapat berkelanjutan.

Sebagai bentuk mitigasi bencana pesisir, mahasiswa ITS bekerja sama dengan Wepose Indonesia melakukan penanaman 150 bibit mangrove di kawasan Wonorejo. Wilayah ini berfungsi sebagai sabuk hijau Kota Surabaya yang berperan penting dalam menahan abrasi serta intrusi air laut.

“Penanaman mangrove diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang sebagai pemecah gelombang alami sekaligus penyerap karbon. Upaya ini juga mendukung perlindungan keanekaragaman hayati pesisir,” ujar Khalil, Jumat (16/1/2026).

Selain fokus pada konservasi lingkungan, program ini juga memperkuat kapasitas sosial masyarakat melalui kegiatan Aksi Pulihkan Bumi yang digelar di Balai Desa Keputran. Sebanyak 30 siswa sekolah dasar mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat.

Edukasi disampaikan melalui metode interaktif dan simulasi penggunaan Tas Siap Siaga. Para siswa dikenalkan pada langkah-langkah tanggap darurat secara sederhana dan aplikatif, sehingga mudah dipahami sejak usia dini.

Tak hanya itu, mahasiswa ITS juga memberikan pelatihan budidaya cabai menggunakan sistem hidroponik sederhana. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kepedulian dan kecintaan anak-anak terhadap lingkungan dan tanaman.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.