KILASJATIM.COM, Surabaya – Umpatan dari penonton usai menyaksikan pemutaran film “Penerbangan Terakhir” di BG Junction, Kamis (15/01/2026) terdengar lucu, bagaimana tidak, salah seorang penonton semoat memarahi Jerome, seolah tak ingin aktor idolanya tersebut bertindak ‘kejam’ dalam film tersebut..
“Jerome kamu tega, jahat banget,” celoteh penonton tersebut yang diluapkan saat para pemeran dalam film tersebut Nadya Arina, Jerome Kurnia, dan Aghniny Haque menjumpai mereka di gedung bioskop yang sama.
Bahkan ada penonton lain melontarkan kalimat hujatan “Deva janc*k! Mokondo!,” teriak seorang penonton dari jauh, menjawab pertanyaan Nadya soal kisah Penerbangan Terakhir. Demi mendengar kalimat itu, para penonton tertawa geli.
Namun bukannya marah, Jerome membalasnya dengan bahasa yang santai. “Halo sweetheart! Apa kabar Surabaya? Bencinya jangan sama aku, tetapi sama dia ya,” sahut Jerome seraya menunjuk layar bioskop.
Para pelakon menyapa penonton di hadapan mereka. Sembari menebar senyum ke segala arah, mereka juga melempar pertanyaan ringan seputar film.
Sepanjang pemutaran Penerbangan Terakhir, penonton panas dingin menahan emosi. Mereka ikut geram saat para tokoh utama bertengkar gara-gara cinta segitiga.
Beberapa penonton pun bertepuk tangan karena kagum pada akting para pemeran. Saat film berakhir, sebagian besar penonton berteriak histeris karena kesal kepada Jerome dan Aghniny.
Ditemui media usai acara visiting cinema, Jerome mengungkapkan, dirinya mau ambil peran sebagai Capten Deva, karena jarang sekali sebagai aktor, terutama di Indonesia, dapat kesempatan memainkan peran sebagai pilot.
Jerome menegaskan, perannya di film garapan Benni Setiawan ini menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru baginya.
“Apalagi karakter (Capten Deva) naik turun, jadi ini perjuangan buat aku dan perlu waktu untuk berdiskusi, khususnya dengan sang sutradara sehingga dapat menyuguhkan sosok Capten Deva. Deva itu orang yang jahat, sebagai teman maupun pasangan harus hati-hati dengan orang seperti (Capten Deva) ini,” tandasnya.
Namun, lanjut Jerome, tak dapat dipungkiri di dunia ada orang seperti itu. “Dan kami sebagai orang film, mau menceritakan segala sisi yang ada di sekitar kita,” paparnya.
Sementara Aghniny Haque menyatakan ‘Penerbangan Terakhir’ jadi film kedua dirinya bekerja sama dengan Benni Setiawan.
“Saya selalu mendapat banyak pelajaran di setiap film arahannya,” kata pemeran Nadia di film ini. Aghniny menekankan pula, bahwa dirinya menghadapi tantangan berat untuk memerankan sosok Nadia.
“Ini pengalaman baru buatku, dan tentu baik untuk perkembangan karierku (sebagai aktris), dan tentu saja saya mendapat banyak pengalaman banyak di film tersebut. Saya jadi belajar banyak, khususnya yang berkaitan dengan dunia aviasi, di luar isu skandalnya sendiri,” cetusnya.
Drama percintaan yang melibatkan orang ketiga itu memang mengaduk-aduk emosi penonton. Namun, ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari situ.
Penerbangan Terakhir menceritakan kehidupan pilot bernama Deva (Jerome Kurnia) yang menjalin hubungan asmara dengan Nadia (Aghniny Haque). Padahal, Deva sudah punya istri, Tiara (Nadya Arina).
Tutur kata dan tindak-tanduk Deva yang manis setiap kali bertemu, membuat Nadia langsung klepek-klepek. Apalagi, Nadia dan Deva sering berinteraksi karena bekerja dalam satu maskapai.
Nadia dilimpahi love bombing oleh Deva. Bahkan saat screening film berlangsung, adegan keduanya di Penerbangan Terakhir bikin penonton ikut terbawa perasaan.
Deva hobi sekali mengucapkan janji manis. Dia juga mencium Nadia saat terbang di ketinggian 30 ribu kaki. Sungguh romantis. Namun, pada kenyataannya, Deva hanyalah pria yang problematik.
“Kamu pernah nggak ciuman di atas 30 ribu kaki? Pemandangan paling indah di langit adalah melihat daratan di mana kamu menantiku di sana. Langit ini akan menjadi saksi cinta kita,” rayu Deva kepada Nadia.
Saat tahu suaminya berpaling kepada perempuan lain, Tiara kecewa berat dan sedih. Namun, Deva tak henti-hentinya merayu Tiara supaya bisa balikan.
Dari situlah, ada tokoh yang mulai terlihat manipulatif, menyajikan suasana yang bikin penonton mencengkeram tangan. Terutama pada adegan yang menunjukkan bahwa Deva berbohong.
Meski menceritakan kisah cinta segitiga yang penuh konflik, Penerbangan Terakhir juga berisi makna persahabatan dan keluarga.
Diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu TM, film ini disutradarai oleh Benni Setiawan.
“’Penerbangan Terakhir’ menjadi film pertama VMS Studio yang akan tayang di bioskop pada tahun 2026. Kami selalu menghadirkan cerita-cerita yang beragam, dan yang terbaru adalah ‘Penerbangan Terakhir’,” pungkas produser Tony Ramesh. (nov)




