SPI Pendidikan 2026, Kadindik Jatim Dorong Tata Kelola Bersih

oleh -609 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai (Foto: Dok Humas Dindik Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat integritas di sektor pendidikan melalui dukungan terhadap Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI Pendidikan) 2026 yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komitmen tersebut disampaikan Aries saat mengikuti Sosialisasi SPI Pendidikan 2026 yang digelar KPK secara daring, Rabu (15/1) kemarin. Kegiatan ini diikuti perwakilan kementerian, pemerintah daerah, kepala dinas pendidikan, hingga inspektorat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

SPI Pendidikan dirancang sebagai instrumen untuk memetakan tingkat integritas, transparansi, dan akuntabilitas di satuan pendidikan serta instansi pengelola pendidikan. Survei ini juga menjadi langkah preventif KPK dalam menekan potensi praktik korupsi di sektor pendidikan sejak dini.

Menurut Aries, SPI Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi juga sarana refleksi untuk memperbaiki tata kelola pendidikan secara berkelanjutan.

“SPI Pendidikan harus dimaknai sebagai bahan evaluasi agar tata kelola pendidikan terus diperbaiki,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Ia menekankan, integritas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Nilai kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab, kata dia, harus tercermin tidak hanya dalam kurikulum, tetapi juga dalam praktik pengelolaan pendidikan sehari-hari.

Aries mengajak seluruh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga satuan pendidikan di bawah naungan Pemprov Jatim untuk berpartisipasi aktif dan objektif dalam pelaksanaan SPI Pendidikan 2026.

Ia berharap partisipasi dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab agar hasil survei benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Melalui keikutsertaan dalam SPI Pendidikan 2026, Dinas Pendidikan Jatim menegaskan kesiapan bersinergi dengan KPK dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.