RPH Pastikan Pasokan Daging Surabaya Aman Meski Jagal Mogok

oleh -497 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Aksi mogok massal para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sempat memicu kekhawatiran soal pasokan daging segar di Surabaya. Namun manajemen PT RPH Surabaya Perseroda memastikan ketersediaan daging sapi masih aman dan distribusi tetap berjalan.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas dampak mogok tersebut. Ia mengakui aksi itu sempat membuat masyarakat kesulitan mendapatkan daging segar, terutama dari RPH Pegirian.

Meski begitu, Fajar menegaskan pasokan daging di Surabaya masih tercukupi.  “Pemotongan sapi tetap berlangsung di RPH Kedurus, sehingga kebutuhan pasar masih bisa dilayani, ” ungkap Fajar dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (13/1/2026).

Ia juga memastikan masyarakat tetap dapat membeli daging sapi melalui outlet resmi RPH Surya Mart maupun pasar tradisional. Saat ini terdapat 11 outlet di pasar yang disuplai mitra jagal dari RPH Kedurus.

Terkait rencana relokasi pemotongan sapi dari Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW), Fajar menegaskan yang berpindah hanya lokasi pemotongan, bukan pusat perdagangan daging. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging Surabaya tetap berada di Jalan Arimbi, Pegirian.

Manajemen RPH memberikan waktu hingga akhir Idulfitri 2026 bagi jagal Pegirian untuk tetap memanfaatkan fasilitas lama. Selama Januari hingga Maret, operasional pemotongan akan dijalankan secara paralel di Pegirian dan TOW.

Langkah transisi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis RPH TOW, termasuk kelengkapan fasilitas dan proses sertifikasi, seperti sertifikat halal. Secara kapasitas, RPH TOW dinilai siap menampung 150 ekor sapi Brahman Cross dan 80 ekor sapi lokal, dengan fasilitas yang lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad.

Baca Juga :  Pemkot akan Tuntaskan Penyaluran BLT BBM kepada 22.327 Pengemudi Ojol di Surabaya

Fajar menyebut kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan separuhnya dipenuhi dari pemotongan di RPH Surabaya. “Untuk menjaga pasokan, dalam sepekan ke depan RPH juga akan melakukan pemotongan mandiri,” imbuhnya.

Terkait dampak mogok, manajemen memastikan jagal Pegirian tetap menjadi prioritas untuk beroperasi di RPH TOW, meski minat dari jagal luar daerah cukup tinggi. Ia berharap aksi mogok tidak berlarut-larut karena berpotensi merugikan jagal sendiri jika pelanggan beralih ke pemasok lain. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.