KILASJATIM.COM, Madura – Prestasi Madura United FC pada putaran pertama BRI Super League musim ini masih jauh dari harapan para pendukungnya. Tim berjuluk Sape Kerab tersebut kini berada di papan bawah klasemen sementara, sehingga menghadapi ancaman serius jika tidak segera berbenah pada putaran kedua.
Apabila tidak tampil lebih konsisten, skuad asuhan Carlos Eduardo Biasi Parreira berpotensi terseret ke zona degradasi. Evaluasi menyeluruh menjadi langkah mendesak agar Madura United mampu meningkatkan kualitas permainan dan bersaing dengan klub peserta lainnya.
Madura United dijadwalkan kembali bertanding menghadapi Persija Jakarta pada 23 Januari mendatang. Waktu jeda yang cukup panjang akan dimanfaatkan pelatih asal Brasil itu untuk membenahi komposisi tim dan memperbaiki sejumlah kelemahan.
“Kami sudah punya beberapa catatan dari beberapa laga kami,” ujar Parreira.
Ia menegaskan bahwa seluruh poin evaluasi tersebut telah dibahas bersama tim pelatih dan pemain untuk segera diselesaikan.
“Poin-poin itu sudah kami diskusikan untuk kami selesaikan. Kami lakukan ini untuk berbenah, masih ada waktu,” katanya.
Sepanjang putaran pertama, Madura United mencatat sejumlah hasil kurang memuaskan. Mereka kalah 0-3 dari PSIM Yogyakarta, tumbang 0-1 saat menghadapi Borneo FC, dibekuk Persib Bandung 1-4, serta takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya. Di sisi lain, Madura United sempat meraih kemenangan telak 5-1 atas Semen Padang FC dan bermain imbang 2-2 saat menghadapi Arema FC.
“Kami sudah punya beberapa catatan dari beberapa laga kami. Poin-poin itu sudah kami diskusikan untuk kami selesaikan. Kami lakukan ini untuk berbenah. Masih ada waktu yang cukup panjang,” tambah Parreira.
Hasil minor pada putaran pertama membuat Flavio Silva dan kolega kini menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan raihan 17 poin. Dari total 17 pertandingan, Madura United mencatatkan empat kemenangan, lima hasil imbang, dan delapan kekalahan.(yan)




