Bulog Pastikan Harga Gabah dan Beras di Awal 2026 Masih Terkendali

oleh -1063 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Kepala Cabang Bulog wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Ferdian D. Atmaja, memastikan kondisi harga gabah dan beras pada awal tahun 2026 masih berada dalam batas wajar dan terkendali. Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan bersama para petani serta pelaku penggilingan padi.

Ferdian menjelaskan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini bervariasi, bergantung pada wilayah dan waktu panen. Berdasarkan laporan lapangan, harga gabah berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.200 per kilogram. Bahkan, di beberapa lokasi sempat menyentuh angka Rp9.000 per kilogram.

“Harga ini masih tergolong normal, karena panen yang berlangsung di awal tahun umumnya berasal dari petani yang menanam lebih awal. Setelah ini juga akan ada panen berikutnya,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, pada periode Januari hingga pertengahan Februari, harga gabah memang cenderung berada di level Rp7.000-an per kilogram. Angka tersebut masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Ferdian mengakui, tingginya harga gabah berpotensi mendorong kenaikan harga beras. Namun demikian, Bulog memastikan ketersediaan stok beras nasional, khususnya di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Stok Bulog saat ini cukup besar, sehingga pergerakan harga beras di pasaran tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” katanya.

Hingga pemantauan terakhir menjelang awal Januari 2026, harga beras di tingkat konsumen masih terjaga dan relatif stabil di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Stabilitas tersebut juga didukung oleh ketersediaan stok beras di tingkat penggilingan padi yang dinilai masih aman.

“Kami terus berkoordinasi dengan para penggilingan. Dari hasil pengecekan, stok mereka cukup banyak sehingga tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku,” tambahnya.

Baca Juga :  Dilanda Suhu Panas, Ini Penjelasan BMKG Tuban

Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis harga beras di pasar masyarakat, baik di tingkat distributor maupun pengecer, akan tetap terkendali dan tidak memberatkan konsumen dalam waktu dekat.(had)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.