Mahasiswa FK Umsura Kembangkan GENDHIS, Sistem Cerdas Pemantauan Diabetes

oleh -391 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK Umsura) menghadirkan inovasi kesehatan digital bertajuk GENDHIS sebagai solusi pemantauan diabetes melitus yang lebih cerdas, praktis, dan terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT).

GENDHIS merupakan singkatan dari Glucose Easy Non-Invasive Daily Checker and Insight System, sebuah sistem pemantauan kadar glukosa darah berbasis aplikasi mobile yang dirancang untuk membantu pasien diabetes melakukan kontrol kesehatan secara rutin dan berkelanjutan.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa FK Umsura yang terdiri dari Indra Bayu Suta, Nabila Sarah Shafira, Aurellya Shafa Helsana, dan Mochamad Reza Irmansyah, dengan bimbingan Dr. dr. Nurma Yuliyanasari, M.Si dan dr. Detti Nur Irawati, Sp.PD-FINASIM.  Anggota tim, Nabila Sarah Shafira, menjelaskan bahwa GENDHIS lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya kepatuhan pasien diabetes dalam melakukan pemantauan harian.

Menurutnya, metode pemeriksaan yang kurang praktis serta pencatatan yang belum terintegrasi menjadi kendala utama. “GENDHIS kami rancang agar pasien bisa memantau kadar glukosa secara real-time melalui ponsel. Harapannya, pasien lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan tidak menunda kontrol karena prosesnya dibuat sederhana dan nyaman,” terang Nabila.

Ia menambahkan, aplikasi GENDHIS tidak hanya menampilkan angka kadar glukosa, tetapi juga menyajikan grafik tren, pengingat konsumsi obat, serta fitur edukasi kesehatan. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu pasien memahami kondisi tubuh dan mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan diabetes yang lebih disiplin.

Sementara itu, dosen pembimbing, dr. Nurma Yuliyanasari, menilai GENDHIS sebagai inovasi kesehatan digital yang relevan dengan tantangan penyakit kronis saat ini. Integrasi teknologi medis dengan aplikasi berbasis IoT dinilainya menjadi kunci peningkatan kualitas layanan kesehatan. “GENDHIS dikembangkan dengan pendekatan patient-centered care. Aplikasi ini memudahkan pasien sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan keluarga dan tenaga medis melalui data kesehatan yang terdokumentasi dengan baik dan aman,” kata dr. Nurma.

Baca Juga :  Surabaya Bersolek Sambut Ramadan 1446 H

Ia menyebutkan, keunggulan utama GENDHIS terletak pada kemampuannya menghubungkan perangkat sensor glukosa dengan aplikasi secara nirkabel berbasis IoT. Data hasil pemeriksaan dapat dikirim dan ditampilkan secara real-time, sehingga memungkinkan deteksi dini serta pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan tepat. “Inovasi seperti ini penting untuk menjawab tantangan tingginya angka diabetes di Indonesia. Harapannya, GENDHIS tidak berhenti sebagai produk inovasi kampus, tetapi terus dikembangkan hingga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup dr. Nurma.

Melalui GENDHIS, tim mahasiswa FK Umsura berharap dapat menghadirkan solusi digital yang membantu pasien diabetes menjalani pemantauan kesehatan secara mandiri, modern, dan berkelanjutan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.