Startup Mahasiswa ITS Gandeng RS Muhammadiyah Kediri untuk Pemantauan Pasien Pascastrok

oleh -574 Dilihat
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri dr Zainul Arifin MKes (kiri) dan Ketua Tim StrokeGuard Muhammad Irsyad Yunus (tengah). (Foto: Humas ITS)

KILASJATIM.COM, Kediri – Startup kesehatan digital StrokeGuard, besutan mahasiswa Jurusan Inovasi Digital Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menjalin kerja sama dengan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri dalam pemantauan pasien pascastrok.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) setelah StrokeGuard meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional. Dalam kolaborasi ini, aplikasi StrokeGuard akan digunakan sebagai proyek percontohan selama enam bulan di lingkungan rumah sakit.

StrokeGuard merupakan aplikasi lintas platform yang dirancang untuk membantu pemantauan pasien pascastrok secara lebih terarah dan berkelanjutan. Aplikasi ini dilengkapi fitur peringatan dini yang akan aktif ketika tekanan darah pasien melebihi batas normal, sehingga dokter dapat memantau kondisi pasien secara jarak jauh.

Ketua Tim StrokeGuard, Muhammad Irsyad Yunus, mengungkapkan ide pengembangan aplikasi tersebut berangkat dari pengalaman pribadi keluarga pasien strok. Ia menilai, banyak pasien yang harus dipantau secara mandiri oleh keluarga setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pemantauan sering tidak terstruktur dan komunikasi dengan tenaga medis sangat terbatas. Akibatnya, keputusan penting kerap diambil dalam kondisi ragu dan tanpa data yang memadai,” ujar Irsyad, dikutip dari laman resmi ITS, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, kekambuhan strok umumnya memiliki tanda-tanda awal yang kerap terlewatkan. “Tanda-tanda kecil ini sering tidak tercatat dan akhirnya diabaikan,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, StrokeGuard mulai diuji langsung di lingkungan rumah sakit dengan melibatkan dokter spesialis saraf serta tenaga keperawatan. Pasien Poli Saraf RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri menjadi fokus awal penggunaan aplikasi.

Baca Juga :  Merajut Kembali Keindonesiaan, Ingatkan Pentingnya Memahami Pancasila

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri dr Zainul Arifin MKes dan Founder StrokeGuard Muhammad Irsyad Yunus, serta disaksikan oleh dr Riva Satya Radiansyah SpN dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS.

StrokeGuard digunakan untuk membantu pemantauan pasien pascastrok rawat jalan. Aplikasi ini tidak menggantikan peran dokter, melainkan melengkapi proses pemantauan pasien di sela-sela jadwal kontrol rutin.

Sebelumnya, StrokeGuard telah melalui berbagai tahapan validasi di ekosistem startup nasional. Startup ini meraih Juara 1 Pitching Startup CDP Mini Fair ITS, Juara 2 Siloam AI HealthTech Challenge, menerima pendanaan ITS Youth Technopreneur, serta menjadi nomine Tech in Asia.(put)

No More Posts Available.

No more pages to load.