KILASJATIM.COM, Surabaya – Pebulutangkis nasional Reza Pahlevi bersama dua atlet balap sepeda nasional, Muhammad Abdurrahman dan Rendy Barera Sanjaya, resmi mendaftar sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Ketiganya diterima melalui jalur beasiswa atlet setelah menorehkan prestasi di ajang SEA Games Thailand.
Reza Pahlevi memilih Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Muhammad Abdurrahman mendaftar di Program Studi Hukum, sedangkan Rendy Barera Sanjaya juga mengambil Manajemen. Reza mengatakan keputusannya melanjutkan pendidikan tinggi berawal dari tawaran beasiswa yang datang di waktu yang tepat.
Ia mengaku belum pernah mengenyam bangku kuliah sebelumnya sehingga kesempatan ini dianggap penting untuk masa depan di luar dunia olahraga. “Kemarin ada tawaran beasiswa di universitas, dan kebetulan saya belum pernah kuliah. Jadi saya menerima tawaran ini, semoga nantinya bisa berjalan lancar,” terang Reza.
Ia memilih Manajemen karena dinilai fleksibel dan relevan dengan rencana jangka panjangnya. Soal membagi waktu antara latihan dan perkuliahan, Reza mengaku masih akan menyesuaikan ritme keduanya. “Karena ini baru pertama kali, nanti sambil berjalan saja. Semoga bisa berjalan dua-duanya,” katanya.
Dalam waktu dekat, Reza dijadwalkan mengikuti turnamen internasional. Ia menegaskan fleksibilitas akademik menjadi salah satu alasan utama memilih Umsura. “Sudah disampaikan kalau fleksibilitasnya ada. Jadi saya berpikir kenapa tidak pendidikan juga, nggak selalu olahraga saja, pendidikan juga penting buat saya,” jelasnya.
Atlet balap sepeda Muhammad Abdurrahman memilih Program Studi Hukum karena selaras dengan kariernya di kepolisian. Ia menyebut kesempatan kuliah sempat tertunda beberapa tahun lalu. “Dulu sempat ada tawaran beasiswa pas COVID, tapi tertunda karena offline. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan lagi dan saya ambil Hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Rendy Barera Sanjaya mengaku keinginan kuliah sudah lama ada, namun tertunda karena harus mengikuti pemusatan latihan daerah. “Dari lulus SMA sebenarnya pengen kuliah, cuma waktu itu harus TC Puslatda. Karena rumah di Kediri, jadi tidak bisa lanjut kuliah,” katanya. Kesempatan di Umsura diambil setelah mendapat banyak rekomendasi dari sesama atlet. Ia menilai kampus tersebut ramah bagi mahasiswa yang masih aktif bertanding. “Banyak teman atlet yang masuk di sini, katanya kampus ini rekomendasi untuk atlet. Jadi kenapa nggak,” ujar Rendy.
Wakil Rektor Bidang SDI, Kemahasiswaan, dan Kewirausahaan Umsura, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes., menegaskan kampusnya berkomitmen menjadi wadah pengembangan atlet berprestasi melalui konsep Home of Champions. “Universitas Muhammadiyah Surabaya sesuai dengan moto dan visi kami sebagai Home of Champions, membentuk juara tidak hanya akademik tetapi juga non-akademik,” paparnya.
Menurutnya, konsep juara mencakup integritas moral, keunggulan intelektual, kewirausahaan, dan daya saing global. Umsura menyediakan berbagai program beasiswa, termasuk beasiswa atlet yang diberikan selama masa studi. “Beasiswa atlet ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki sertifikat atlet dan diberikan selama pendidikan, baik D3 maupun S1,” jelasnya.
Untuk mendukung keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademik, kampus juga menyiapkan skema pembelajaran fleksibel. “Prodi akan memfasilitasi atlet dengan sistem blended learning, online, atau modul. Jadi prestasi olahraga dan akademik bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.(tok)




