Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Jember Tetapkan Status Siaga Satu Bencana

oleh -903 Dilihat

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo

KILASJATIM.COM, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menetapkan status siaga satu menyusul masih berlangsungnya musim penghujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah tersebut.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Jember masuk dalam kategori daerah dengan curah hujan sedang sampai tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman longsor dan luapan sungai di sejumlah wilayah rawan.

Salah satu kejadian bencana tercatat terjadi di Kecamatan Arjasa. Sebuah rumah warga terdampak tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian rumah tertimbun material longsoran dan sejumlah barang milik warga mengalami kerusakan,” ujar Edy, Minggu (11/1/2026).

Usai kejadian, BPBD Jember bersama relawan, Muspika, perangkat desa, serta masyarakat setempat langsung melakukan langkah penanganan darurat. Warga yang terdampak dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.

Pada keesokan harinya, dilakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsoran yang menimbun area rumah warga. BPBD juga menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, selimut, serta kebutuhan pokok bagi warga terdampak.

Selain ancaman longsor, BPBD Jember juga memantau kondisi sejumlah daerah aliran sungai (DAS), di antaranya Sungai Jompo dan Sungai Badean. Meski debit air terpantau tinggi, hingga saat ini belum menimbulkan banjir.

“Prioritas utama kami dalam setiap kejadian bencana adalah penyelamatan jiwa, kemudian disusul penanganan harta benda dan kerusakan lainnya,” tegas Edy.

Untuk mengantisipasi potensi banjir ke depan, BPBD Jember terus melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk mendorong kegiatan penghijauan dan reboisasi di wilayah rawan, serta memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Baca Juga :  Komisi D DPRD Surabaya Bahas Kuota Khusus SPMB bagi Warga Miskin dan Pra Miskin

Edy juga menyoroti persoalan banjir genangan yang kerap terjadi di kawasan perkotaan. Menurutnya, kondisi tersebut sebagian besar disebabkan oleh saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat sampah.

“Masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan banjir genangan. Jika sampah dibuang sembarangan, genangan air sulit dihindari saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.