Armuji Minta Maaf ke Madas, Laporan Dicabut dan Polemik Berakhir Damai

oleh -456 Dilihat
oleh
Mediasi Armuji-Madas di Universitas Dr Sutomo berakhir happy ending. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Polemik antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) berakhir damai. Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas penyebutan nama Madas dalam pernyataannya, sementara Ketua Umum Madas Mohammad Taufik resmi mencabut laporan yang sempat dilayangkan ke Polda Jawa Timur.

Permohonan maaf itu disampaikan dalam mediasi dan dialog terbuka di Universitas dr Soetomo (Unitomo), Surabaya, Selasa (6/1/2026), yang mempertemukan Armuji dan jajaran pengurus Madas.

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf dan tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji menjelaskan, pernyataan yang memicu polemik itu muncul saat dirinya menanggapi laporan masyarakat dalam sebuah inspeksi mendadak. Situasi kemudian berkembang setelah diberitakan media dan tersebar luas di media sosial.

Ia mengakui sempat menyebut nama Madas dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan media sosial pribadinya. Namun, penyebutan tersebut disebut dilakukan secara spontan dan tanpa maksud menyudutkan organisasi.

“Saya menyebut itu sekali, dan setelah diklarifikasi ternyata bukan atribut Madas,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak terlibat dalam peristiwa yang dipersoalkan dan menolak stigma premanisme yang sempat mencuat.

“Madas bukan ormas preman. Tidak ada satu pun dokumen atau berita acara yang menyebut keterlibatan organisasi kami,” tegas Taufik.

Ia menjelaskan, kejadian yang dipersoalkan terjadi pada Agustus 2025, sementara dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum Madas pada Oktober 2025. Hasil kajian internal dan tim hukum Madas juga tidak menemukan keterlibatan organisasi dalam peristiwa tersebut.

Taufik mengakui ada individu yang disebut-sebut hadir dalam suatu kegiatan, namun kehadiran itu, menurutnya, tidak bisa dijadikan dasar untuk menautkan peristiwa tersebut dengan organisasi.

Baca Juga :  Alasan Keamanan, Eksekusi 'Markas' Ormas Madas Ditunda

“Kalau ada pelanggaran hukum oleh individu, kami mendukung aparat untuk memproses sesuai aturan,” katanya.

Usai dialog, Taufik menyatakan Madas memilih jalur damai dan resmi mencabut laporan terhadap Armuji di Polda Jawa Timur demi menjaga kondusivitas Surabaya.

“Kami menerima permintaan maaf dan memilih untuk mengakhiri polemik. Kita ingin suasana tetap kondusif,” ujar Taufik.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Madura atas stigma yang sempat berkembang akibat polemik tersebut.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak ada lagi kesalahpahaman di kemudian hari,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.