BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Awal Januari 2026

oleh -2088 Dilihat
Foto: Ilustrasi Cuaca Ekstrem/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

BMKG Juanda menyampaikan, cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai dampak, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kejadian angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

Sejumlah wilayah di Jawa Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain kawasan selatan, meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Selain itu, wilayah Tapal Kuda seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Pasuruan juga berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

Daerah Mataraman yang masuk dalam zona kewaspadaan meliputi Kediri, Nganjuk, Jombang, Madiun, Magetan, Ngawi, dan Bojonegoro. Potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di kawasan pantai utara Jawa Timur, seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Tak hanya itu, BMKG Juanda menyebutkan Pulau Madura, yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, juga berpotensi mengalami kondisi cuaca ekstrem. Wilayah perkotaan seperti Kota Surabaya dan Kota Batu turut masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Dalam rilis resminya, BMKG Juanda menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan, terdapat potensi peningkatan intensitas hujan yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Peningkatan potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, serta adanya gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Baca Juga :  Adira Expo Berkah Ramadan  Wujudkan Impian Dengan Cara Mudah Hadir Mojokerto di Jawa Timur 

Selain itu, kondisi suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur yang relatif hangat, ditambah dengan atmosfer yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah rawan bencana. Masyarakat yang tinggal di daerah bertopografi curam, perbukitan, serta di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

BMKG Juanda juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan aparat terkait guna meminimalkan risiko bencana.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.