Akibat Longsor, 420 KK di Desa Klekean Bondowoso Kesulitan Air Bersih

oleh -592 Dilihat
Petugas BPBD Bondowoso Memberikan Bantuan Logistik Kepada Korban Tanah Longsor di Desa Klekean

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Sebanyak sekitar 420 kepala keluarga (KK) di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, mengalami kesulitan air bersih akibat longsor yang merusak broncapan dan pipa utama di titik sumber mata air. Kerusakan tersebut menyebabkan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga terhenti.

Kepala Desa Klekean, Sulatis, menjelaskan bahwa sejumlah RT terdampak kekurangan air bersih setelah dilakukan penelusuran ke lokasi sumber mata air. Longsor diketahui terjadi di area broncapan yang berada jauh di kawasan hutan.

“Lokasinya sangat jauh. Harus naik sepeda motor ke desa tetangga, kemudian dilanjutkan berjalan kaki menyusuri tebing sekitar 5 sampai 6 kilometer,” ujar Sulatis saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Sulatis menerangkan, untuk sementara waktu sebagian warga terpaksa memanfaatkan air hujan yang ditampung lalu dimasak sebelum dikonsumsi. Sementara warga yang masih memiliki tenaga dan kendaraan roda dua mengambil air bersih dari sumur bor terdekat.

“Untuk sementara warga menggunakan kombinasi, ada yang memakai air hujan dan ada yang mengambil air ke sumur bor,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan dana desa membuat pemerintah desa tidak mampu menangani kerusakan secara mandiri. Oleh karena itu, pihaknya meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga pemerintah pusat.

“Kami membutuhkan pembangunan ulang broncapan dan penggantian pipa air yang rusak akibat longsor,” terangnya.

Diperkirakan longsor terjadi beberapa hari sebelum aliran air bersih berhenti. Namun kerusakan di sumber mata air baru diketahui secara pasti pada Rabu (31/12/2025) setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Warga terdampak tersebar di enam RT, yakni RT 4 RW 2, RT 5 dan 6 RW 3, RT 7 dan 8 RW 4, serta RT 9 dan 10 RW 5. Berdasarkan data Pemerintah Desa Klekean, total terdapat sekitar 420 KK yang terdampak.

Baca Juga :  366 CJH Asal Sidoarjo Diingatkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Jaga Kesehatan di Tanah Suci

Secara rinci, warga terdampak berada di Dusun Klekean sekitar 80 KK, Dusun Banteng 70 KK, Dusun Banteng Lor 60 KK, Dusun Banteng Kidul dua RT dengan sekitar 90 KK dan 40 KK, Dusun Plampang dua RT masing-masing sekitar 80 KK dan 50 KK, serta Dusun Sumberwaru sebanyak 30 KK.

Khairul, warga Dusun Banteng RT 6 RW 3, mengungkapkan bahwa aliran air sudah tersendat sejak dua bulan lalu, namun mati total dalam 15 hari terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan minum, ia dan warga lain mengambil air dari sumur bor di masjid dengan jarak sekitar satu kilometer.

“Kalau capek menimba, ya terpaksa minum air hujan. Saya sudah dua hari ini minum air hujan,” ungkapnya.

Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air sungai. Namun kondisi air sungai sangat bergantung pada cuaca.

“Kalau hujan, air sungai jadi tidak jernih,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan awal berupa tandon air dan peralatan kerja bakti kepada warga Desa Klekean.

“Ini bantuan awal. Besok akan kami bantu dengan pengiriman air bersih untuk warga terdampak,” ujarnya.

BPBD Bondowoso juga akan mengajukan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang nantinya akan digeser atau diregulerkan ke DPA Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.