Sepanjang 2025, Densus 88 Tangkap 51 Terduga Teroris

oleh -382 Dilihat
oleh
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Syahardiantono saat memaparkan hasil rilis akhir tahun (RAT), Mabes Polri, Jakarta (Foto: Tangkapan Layar Youtube/PolriTV)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Densus 88 Antiteror Polri menangkap 51 tersangka terorisme sepanjang 2025. Penindakan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri menjaga status zero terrorism attack di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Syahardiantono mengatakan, keberhasilan tersebut dicapai melalui penegakan hukum yang proaktif dan pencegahan dini terhadap jaringan terorisme.

“Densus 88 terus mempertahankan zero terrorism attack dari 2023 hingga 2025,” ujar Syahardiantono saat rilis akhir tahun Polri di Mabes Polri yang dikutip dari laman media resmi PolriTV, Rabu (31/12/2025).

Data Polri menunjukkan tren penurunan signifikan jumlah tersangka terorisme dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, tercatat 147 tersangka, turun menjadi 55 tersangka pada 2024, dan kembali menurun menjadi 51 tersangka pada 2025.

Menurut Syahardiantono, penurunan tersebut merupakan hasil penguatan pencegahan dini dan pengawasan jaringan. Upaya ini tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga simpul penyebaran paham radikal.

Sepanjang 2025, Densus 88 juga mengungkap jaringan radikalisme yang menyasar anak-anak. Sebanyak 110 anak di 23 provinsi teridentifikasi terpapar paham ekstremisme. Dari hasil pemantauan, aparat berhasil mencegah 20 rencana aksi teror yang melibatkan anak di bawah umur.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Densus 88 kembali melakukan penindakan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Tujuh tersangka terorisme ditangkap dalam operasi terbaru.

Juru Bicara Densus 88 Mayndra Eka Wardhana menyebut, dua tersangka berasal dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan ditangkap di Sumatra Utara karena perannya dalam struktur organisasi.

Sementara itu, lima tersangka lainnya diamankan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua. Mereka diketahui sebagai pendukung kelompok Daulah (ISIS) yang aktif menyebarkan propaganda dan menyerukan aksi teror. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.