Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Raih Penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur 2025

oleh -604 Dilihat

Pesantren Tebuireng Putri Kesamben raih prestasi membanggakan sebagai “Eco Pesantren” tingkat Jawa Timur 2025 – Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Jombang – Pesantren Tebuireng Putri Kesamben mencatatkan prestasi di tingkat provinsi setelah meraih penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi pesantren dalam membangun budaya ramah lingkungan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan pendekatan sains.

Kepala Pondok Sains Tebuireng Kesamben, Ustadz Mudhfar, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh civitas pesantren untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan pesantren.
“Eco Pesantren bagi Pesantren Tebuireng Kesamben adalah motivasi dan penyemangat agar usaha yang kita lakukan bersama para guru, ustadz, ustadzah, dan santri untuk menjadikan pesantren bersih, indah, asri, dan nyaman dapat terwujud serta mendapat dukungan dari semua pihak,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Meski berhasil meraih penghargaan tingkat provinsi, Ustadz Mudhfar menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi agar pesantren benar-benar menjadi lembaga pendidikan yang ramah lingkungan dan mandiri.

“Eco Pesantren bukan cita-cita, karena masih ada PR yang harus terus dibenahi agar benar-benar menjadi pesantren yang eco dan mandiri,” katanya.

Ia menjelaskan, Pesantren Tebuireng Putri Kesamben tidak mengedepankan program unggulan tertentu dalam penerapan konsep Eco Pesantren. Komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan justru menjadi kekuatan utama yang dibangun secara konsisten.

“Kami berkomitmen menjaga lingkungan pesantren tetap bersih dan indah. Hal ini menjadi daya tarik bagi pengunjung, baik wali santri maupun instansi pemerintah. Hingga akhirnya pesantren kami dibidik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang untuk mewakili ke tingkat Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga :  Jumlah Sapi Terjangkit PMK di Bojonegoro Capai 592 Ekor, 19 Mati

Proses seleksi Eco Pesantren dimulai dari pembinaan lima pesantren oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, yang kemudian mengerucut menjadi dua pesantren. Dari tahapan tersebut, Pesantren Tebuireng Putri Kesamben berhasil meraih predikat Eco Pesantren tingkat Jawa Timur.

“Alhamdulillah, pesantren kami berhasil membawa predikat Eco Pesantren tingkat Jawa Timur,” ungkap Ustadz Mudhfar.

Konsep Eco Pesantren sendiri mulai diterapkan sejak 2024 setelah pesantren mendapat pendampingan dari DLH serta pesantren lain yang lebih dahulu meraih predikat serupa. Pendampingan tersebut menjadi titik awal pemahaman dan implementasi konsep ramah lingkungan di lingkungan pesantren.

“Awalnya kami belum memahami konsep Eco Pesantren. Setelah ada pembinaan, barulah kami mulai mengembangkan dan menerapkannya,” tuturnya.

Menurut Ustadz Mudhfar, peran pimpinan pesantren menjadi kunci keberhasilan dalam menginternalisasi budaya ramah lingkungan. Seluruh program dimulai dari komitmen pimpinan yang kemudian diteruskan melalui komunikasi dan kolaborasi dengan kepala madrasah, guru, staf, hingga petugas kebersihan dan keamanan.

Sejumlah kebiasaan ramah lingkungan kini telah menjadi budaya di kalangan santri, mulai dari pemilahan sampah, menjaga kebersihan kamar dan lingkungan, olahraga rutin, hingga konsumsi makanan sehat. Pesantren juga menerapkan prinsip Reduce dan Reuse, serta menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Tebuireng dan Bank Sampah Induk Jombang dalam pengelolaan Recycle.

Ia menilai, penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur 2025 sekaligus menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi dalam jangka panjang.
“Ini tantangan agar Pesantren Tebuireng Putri Kesamben tetap konsisten menjaga lingkungan, tidak hanya saat lomba, tetapi menjadi karakter pengurus, santri, dan seluruh keluarga besar pesantren,” pungkasnya.(sis)