KILASJATIM.COM, Surabaya – Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Jasa Raharja menggelar analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Evaluasi dilakukan untuk memastikan angkutan Nataru berjalan aman, selamat, dan lancar hingga periode arus balik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut koordinasi lintas instansi menjadi agenda rutin setiap penyelenggaraan angkutan massal, termasuk Nataru dan Lebaran. Evaluasi ini sekaligus mengukur kesiapan seluruh unsur dalam melayani mobilitas masyarakat.
“Kami lakukan analisa dan evaluasi bersama Korlantas agar angkutan Nataru berjalan aman dan lancar,” ujar Dudy dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi korlantas Polri, Sabtu (27/12/2025).
Menhub juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati selama perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju Sumatera dan Trans Jawa melalui jalan tol telah mencapai 201 ribu kendaraan atau sekitar 49 persen dari total proyeksi.
“Arus mudik Nataru sudah kita lewati. Kendaraan yang keluar dari Jakarta sudah 49 persen,” kata Agus.
Dalam evaluasi tersebut, Korlantas kembali menegaskan penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait larangan kendaraan sumbu tiga melintas di jalan tol. Larangan juga berlaku di jalan arteri pada jam tertentu, mulai pukul 17.00 hingga dini hari.
“Kami akan melakukan penindakan tegas, termasuk penilangan. Keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat adalah prioritas,” tegasnya.
Fatalitas Kecelakaan Turun
Kabar positif datang dari data kecelakaan lalu lintas selama Operasi Nataru. Korlantas mencatat penurunan fatalitas korban meninggal dunia sebesar 23,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan pengamanan pada sisa masa Operasi Nataru, terutama menghadapi arus balik di jalan tol, arteri, penyeberangan, dan kawasan wisata. (cit)




