Mendes PDT Yandri Susanto Resmikan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Mojokerto

oleh -885 Dilihat

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dan tokoh masyarakat sekitar meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025) – Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/12/2025) sore.

Pembangunan KDMP tersebut menjadi bagian dari percepatan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui koperasi, yang diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah mendorong koperasi desa agar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak distribusi barang, logistik, dan layanan kebutuhan warga desa.

Dalam sambutannya, Yandri menyampaikan bahwa secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 20 ribu Koperasi Desa Merah Putih hingga akhir 2025, dari total 82 ribu koperasi desa yang telah berbadan hukum di seluruh Indonesia.

“Dari sekitar 82 ribu koperasi desa, baru hampir 45 ribu yang siap lahannya. Dari jumlah tersebut, kami memproyeksikan hingga akhir 2025 insyaallah bisa terbangun sekitar 20 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia,” ujar Yandri.

Ia menegaskan, kehadiran koperasi desa akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Dalam jangka pendek, pembangunan fisik koperasi mendorong aktivitas ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta pembelian material bangunan dari wilayah sekitar. Sementara dalam jangka panjang, koperasi desa diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan kemandirian desa.

“Dalam jangka pendek, aktivitas ekonomi sudah berjalan. Ada bahan bangunan yang dibeli dan tenaga kerja yang direkrut. Ke depan, koperasi ini bisa menjadi semacam mal desa yang melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Sungai di Rungkut Mapan Keluarkan Gelembung Gas, PGN dan BPBD Telusuri Sumbernya

Yandri juga menekankan bahwa manfaat ekonomi koperasi desa akan kembali ke masyarakat. Ia menyebutkan, 20 persen keuntungan koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara 80 persen lainnya akan terus berputar di tengah warga desa melalui aktivitas usaha dan konsumsi lokal.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh warga desa untuk menjadi anggota koperasi dan berbelanja di koperasi desa, agar manfaat ekonominya benar-benar kembali ke masyarakat,” tegas Yandri.(wid)

No More Posts Available.

No more pages to load.