Kejuaraan Piala KONI Surabaya Jadi Ajang Jaring Bibit Ju-jitsu

oleh -629 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kejuaraan Ju-jitsu Piala KONI Kota Surabaya 2025 menjadi sinyal serius kebangkitan prestasi ju-jitsu di Kota Pahlawan. Ajang yang digelar KONI Kota Surabaya bersama Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) Kota Surabaya ini diikuti ratusan atlet dan diproyeksikan sebagai fondasi pembinaan jangka panjang.

Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (20–21/12/2025), di Graha Hasta Brata Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Sebanyak 560 atlet dari berbagai perguruan ambil bagian, bertanding di dua nomor utama, fighting dan newaza, yang mencakup kategori usia junior hingga senior.

Ketua PBJI Jawa Timur, Eko Wahyu Surcahyo, menilai Piala KONI Surabaya sebagai terobosan penting dalam kalender pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, ajang ini menjadi respons konkret atas kebutuhan ruang kompetisi yang selama ini masih terbatas.

“Ini gebrakan positif. Surabaya mengisi akhir tahun dengan kegiatan olahraga prestasi sekaligus penjaringan atlet,” ujar Eko, Sabtu (20/12/2025).

Ia mengakui, potensi atlet ju-jitsu Surabaya sejatinya besar, namun belum sepenuhnya terkonversi menjadi prestasi di sejumlah ajang sebelumnya. Minimnya kompetisi dinilai menjadi salah satu kendala utama.

“Surabaya gudangnya atlet, tapi prestasinya belum maksimal. Event seperti ini penting untuk evaluasi dan membuka jalan kebangkitan,” katanya.

PBJI Jawa Timur pun menargetkan atlet-atlet terbaik dari kejuaraan ini untuk masuk pembinaan Pusat Latihan Daerah (Puslatda), sebagai bagian dari persiapan menuju PON Beladiri, sekaligus membuka peluang jangka panjang ke PON Olimpik 2028.

Senada, Ketua PBJI Kota Surabaya sekaligus Ketua Panitia Kejuaraan, Tjahja HW, menyebut Piala KONI Surabaya sebagai langkah awal pembenahan serius prestasi ju-jitsu di level kota. Ia menyoroti masih minimnya kontribusi atlet Surabaya di Puslatda, meski Jawa Timur telah menorehkan prestasi nasional hingga internasional.

Baca Juga :  Pertaruhan Terakhir Persebaya: Tiga Poin, Tiket Asia, dan Salam Perpisahan

“Kami ingin menjaring bibit atlet dan membinanya secara berkelanjutan. Secara kuantitas peserta luar biasa, tantangannya kini meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Pada hari pertama, pertandingan difokuskan pada nomor fighting, sementara hari kedua mempertandingkan nomor newaza dengan sekitar 86 atlet.

Dukungan juga datang dari Dewan Penasihat PBJI Kota Surabaya yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Ia menilai kejuaraan ini sebagai momentum penting menyatukan kekuatan lintas perguruan menjelang Porprov Jawa Timur 2027.

“Ini bukan event satu perguruan, tetapi multi perguruan. Momentum bagus untuk menyatukan ju-jitsu Surabaya menghadapi Porprov,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yona memberikan motivasi berupa bantuan dana masing-masing Rp10 juta untuk pelatih dan atlet juara. Ia menegaskan, pembinaan berkelanjutan dan mental bertanding menjadi kunci prestasi.

“Menang kalah itu biasa. Tantangan terbesar adalah mengalahkan diri sendiri,” pungkasnya. (FRI) 

No More Posts Available.

No more pages to load.