Festika Jatim 2025, Khofifah Tegaskan Teknologi Tak Gantikan Peran Guru

oleh -358 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada guru dan murid berprestasi dalam ajang Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jawa Timur 2025 yang digelar di Hotel Savana, Kota Malang. Kegiatan ini dinilai sebagai ruang strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan bahwa kehadiran seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam Festika menunjukkan TIK kini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Jawa Timur yang adaptif dan berdaya saing global. Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun karakter peserta didik. “AI dan teknologi merupakan tools atau alat, sedangkan guru adalah behind technology yang memiliki nilai dan karakter yang kuat. Ini tidak tergantikan,” ujar Khofifah.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, Khofifah mengingatkan bahwa guru tetap menjadi sosok digugu dan ditiru. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus selalu berpijak pada nilai etika dan karakter. “Semakin tinggi sebuah ilmu, maka penyampaiannya harus semakin mudah dipahami,” imbuhnya.

Khofifah juga mengingatkan agar teknologi, termasuk AI, tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang bebas nilai. Menurutnya, pendidikan harus berjalan seiring antara digitalisasi dan penguatan karakter peserta didik. “Jangan menempatkan teknologi bebas nilai. Terima kasih kepada guru-guru penggerak yang terus menempatkan pendidikan karakter bagi anak didik kita di Jawa Timur,” ungkapnya.

Terkait tema Festika 2025, Digitalisasi Pembelajaran Bermakna Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, Khofifah menilai tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional. Digitalisasi, katanya, harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran. “Digitalisasi pembelajaran yang kita dorong di Jawa Timur adalah digitalisasi yang bermakna. Teknologi harus mampu memperdalam pemahaman, memperkaya interaksi belajar, serta menumbuhkan kreativitas dan karakter,” jelasnya.

Baca Juga :  Unusa Terima 210 Guru TK dan SD Program Kualifikasi Akademik

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meluncurkan buku Bukan Guru Biasa yang memotret perjalanan 22 Guru Sobat Teknologi Jawa Timur 2025. Buku ini merekam proses, tantangan, hingga keberanian guru dalam beradaptasi dengan perubahan di era digital. “Buku ini tidak hanya kumpulan karya, tetapi juga merekam kegelisahan, proses belajar, kegagalan, dan keberanian guru menghadapi perubahan,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa Festika bertujuan mendorong metode pembelajaran yang lebih relevan dengan memanfaatkan teknologi agar akses pendidikan semakin luas. “Antusiasme Festika sangat luar biasa. Webinar seri edukasi diikuti 32.740 peserta dari kepala sekolah, pengawas, guru, dan tenaga kependidikan,” kata Aries.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesadaran kolektif insan pendidikan Jawa Timur untuk bertransformasi secara digital. “Kita bukan lagi konsumen, tetapi inovator dan pencipta solusi teknologi pendidikan,” ujarnya.

Aries juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Timur telah mengimplementasikan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital berbasis video dan modul interaktif yang aman dan mudah diakses guru serta murid. “Kami mohon arahan dan motivasi Ibu Gubernur agar pendidikan Jawa Timur terus maju dan menjadi barometer kualitas pendidikan nasional,” pungkasnya. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan cabang dinas yang dinilai berhasil mendorong digitalisasi dan sinergi pendidikan digital di Jawa Timur.(tok)