Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Ini Ingatkan Warga Untuk Waspada

oleh -922 Dilihat
oleh
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), DPRD Surabaya mengingatkan warga untuk tidak menyepelekan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG. Peningkatan mobilitas warga di akhir tahun dikhawatirkan memperbesar risiko bencana, mulai dari banjir hingga pohon tumbang.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai peran Satgas Kampung Pancasila—khususnya satgas keamanan dan lingkungan—perlu diperkuat sebagai garda pertama memantau wilayah. Ia mengingatkan, anomali cuaca belakangan ini menuntut masyarakat lebih waspada.

“Kondisi cuaca sekarang tidak normal. Kehati-hatian harus dikedepankan, terutama di kawasan rawan genangan, bantaran sungai, hingga titik yang rentan banjir,” ujar Yona, Sabtu (6/12/2025).

Yona yang akrab disapa Cak Yebe juga mengimbau warga agar tidak memaksakan diri merayakan pergantian tahun di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Menurutnya, keselamatan seharusnya menjadi prioritas, bukan hanya euforia perayaan.

Ia menekankan kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah. Solidaritas antarkampung, kata dia, terbukti membantu mempercepat respons ketika situasi darurat muncul. “Kekuatan Surabaya ada pada kampungnya. Warga bisa saling mengingatkan dan bergerak cepat sebelum kondisi memburuk,” ujarnya.

Selain banjir, ia menyebut risiko lanjutan seperti angin kencang, pohon tumbang, gangguan listrik, hingga akses jalan yang terhambat akibat hujan lebat. Karena itu, ia meminta OPD terkait—mulai BPBD, Satpol PP, hingga Damkar—bersiaga penuh selama periode Nataru.

Di tingkat RW, ia berharap Satgas Kampung Pancasila tetap aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini. Komunikasi cepat kepada warga disebut penting untuk menghindari keterlambatan penanganan.

Peringatan DPRD ini sejalan dengan rilis BMKG yang memproyeksikan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur. Aktivitas Monsoon Asia yang diperkuat anomali Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator diperkirakan memicu hujan lebat, angin kencang, hingga potensi banjir dan longsor.

Baca Juga :  Polda Jatim Berhasil Menangkap 2 Tersangka Jambret yang Menewaskan Mahasiswi

“Kondisi ini bisa menimbulkan hujan ekstrem dan gangguan aktivitas transportasi,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.