Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Jakarta – Film ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ kembali mencatatkan prestasi membanggakan di industri perfilman Indonesia. Dalam sembilan hari penayangan, film komedi garapan Imajinari tersebut sukses menarik 4.002.528 penonton. Pencapaian ini diumumkan langsung oleh pihak rumah produksi melalui akun Instagram resmi mereka.
“Mauliate Godang. Ada 4.002.528 pasukan yang hatinya sudah ikut hangat ngeliat kedekatan detektif Indra Jegel dan Koh Acim,” tulis Imajinari dalam unggahan akun @imajinari.id, Sabtu (6/12/2025).
Film yang disutradarai Muhadkly Acho itu sudah menunjukkan tren positif sejak hari pertama penayangan. Dengan torehan 272.846 penonton di hari pembuka, antusiasme publik terhadap sekuel film komedi ini langsung terlihat jelas. Kehadiran humor khas Agak Laen yang dibalut cerita ringan namun hangat menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.
Respons positif pun ramai bermunculan di berbagai platform media sosial. Banyak penonton memuji kualitas cerita, akting para pemain, serta nuansa komedi yang dinilai lebih matang dibanding film pertama. Sebagai perbandingan, film Agak Laen pertama yang rilis pada 2024 berhasil menjadi film ketiga dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia.
Dalam film terbarunya, ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ mengisahkan empat detektif yang kerap gagal menjalankan misi, namun kini mendapat tugas berat: menangkap buronan kasus pembunuhan anak wali kota. Tugas ini memaksa mereka menyamar dan berbaur dengan sekelompok penghuni lansia yang memiliki karakter unik. Berbagai situasi lucu, rumit, sekaligus tak terduga muncul sepanjang misi mereka berlangsung.
Empat komika yang menjadi tulang punggung film ini—Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion—kembali tampil menghidupkan humor khas Agak Laen. Chemistry dan dinamika mereka menjadi salah satu kekuatan yang membuat film ini semakin menghibur.
‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 27 November 2025, dan hingga kini masih menarik minat besar dari masyarakat.(ara)
