Bupati Bondowoso: Festival Kironggo Jadi Ruang Meneguhkan Jati Diri dan Merawat Sejarah

oleh -1487 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso — Festival Kironggo kembali digelar dengan meriah di Museum Kereta Api Bondowoso, dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi pemerintah dan vertikal, keluarga Ki-Ronggo, serta keluarga Pejuang Gerbong Maut. Dalam pembukaan acara tersebut, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyampaikan sambutan yang menggugah, mengajak masyarakat menjadikan festival budaya ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang perenungan tentang jati diri dan sejarah daerah. Jumat (22/5/2025).

Dalam pidatonya, Bupati mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terselenggaranya festival yang telah menjadi ikon budaya Bondowoso. Ia menegaskan bahwa Festival Kironggo memuat nilai yang jauh lebih besar dari sekadar perayaan tahunan.

“Festival Kironggo adalah ruang untuk meneguhkan identitas, memperkuat karakter, dan merawat sejarah Bondowoso. Di sinilah kita belajar kembali tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” ujarnya.

Bupati kemudian mengajak masyarakat kembali menengok Babad Bondowoso—sejarah berdirinya kabupaten yang tak lepas dari sosok Ki Ronggo. Tokoh pendiri Bondowoso itu disebut sebagai figur visioner yang membuka wilayah, menata pemerintahan, dan membangun masyarakat yang rukun serta religius.

“Dari Ki Ronggo, kita mendapatkan pelajaran tentang keberanian dan keteguhan membangun tatanan masyarakat. Nilai-nilai itu tetap menjadi fondasi dalam perjalanan Bondowoso hingga hari ini,” katanya.

Bupati juga menyinggung Tragedi Gerbong Maut 23 November 1947, peristiwa kelam yang menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Bondowoso. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai simbol keteguhan para pejuang menghadapi penindasan penjajah.

“Penderitaan para putra bangsa dalam gerbong tertutup itu adalah luka sejarah yang melahirkan semangat juang luar biasa. Dari sanalah karakter Bondowoso yang tangguh dan berani terbentuk,” tegasnya.

Bupati menilai dua momentum sejarah—kisah Ki Ronggo dan Tragedi Gerbong Maut—merupakan pilar utama jati diri masyarakat Bondowoso. Karenanya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga kerukunan dan melestarikan budaya sebagai bagian dari melanjutkan warisan perjuangan.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Wujudkan Kepastian Hukum Keluarga Melalui Sidang Isbat Nikah Terpadu

“Tugas kita hari ini adalah menjaga harmoni, menguatkan budaya, membangun karakter generasi penerus, dan terus mendorong pembangunan daerah.”

Bupati berharap Festival Kironggo dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur para pendahulu.

“Dengan semangat sejarah dan budaya, mari kita bangun Bondowoso yang berkah, berkarakter, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati dirinya,” tutupnya.

Festival Kironggo tahun ini menampilkan aneka pertunjukan seni, pawai budaya, hingga gelaran UMKM yang memamerkan kekayaan tradisi serta kreativitas masyarakat Bondowoso.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.