Akses Darat Mulai Terbuka, Pemerintah Kerahkan BBM dan Alat Berat ke Aceh Tamiang

oleh -479 Dilihat
oleh
Kendaraan dikerahkan pemerintah untuk penanganan bencana banjir di Aceh. (Foto: Tangkapan layar @sekretariatkabinet/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Sejumlah truk pengangkut BBM, logistik, dan alat berat milik Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perhubungan diberangkatkan dari Medan menuju Aceh Tamiang, wilayah yang hingga kini masih terisolasi akibat banjir besar di Aceh dan Sumatera bagian utara.

Informasi itu disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan video di akun @sekretariat.kabinet, Rabu (3/12/2025). Dalam video tersebut tampak deretan truk BBM dan kendaraan berat lainnya mengantre melewati ruas jalan yang masih tergenang.

Teddy menegaskan bahwa pembukaan akses darat menjadi prioritas pemerintah karena jalur ini merupakan nadi utama pergerakan bantuan dan evakuasi. “Pemulihan akses jalur darat terus dilakukan. Seiring waktu, kondisi jalan akan lebih baik dan bisa dilalui,” ujarnya.

Sejumlah truk tanki BBM melintasi jalur darat di Aceh yang sudah bisa dilalui. (Foto: Tangkapan layar @sekretariatkabinet/kilasjatim)

Pemerintah berharap tambahan alat berat dari Kementerian PUPR serta dukungan sektor energi dan transportasi dapat mempercepat kelancaran arus logistik ke Aceh Tamiang dan daerah terdampak lain.

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terputus total setelah banjir melanda sejumlah provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sejumlah jalur vital—mulai dari perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang hingga rute Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, dan Bener Meriah–Bireuen—belum bisa diakses.

Upaya distribusi bantuan dari udara juga dilakukan, di antaranya melalui pesawat C-130J Super Hercules yang menjatuhkan paket logistik ke titik-titik isolasi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin (1/12/2025) sore, sedikitnya 156 orang meninggal dan 181 orang masih hilang. Angka korban hilang bertambah seiring banyaknya laporan warga yang belum menemukan anggota keluarga mereka.

Sebanyak 479.300 jiwa mengungsi di berbagai kabupaten/kota, dengan jumlah terbesar berada di Aceh Utara mencapai 107.305 jiwa.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.