KILASJATIM.COM, Tapanuli Tengah – Suasana haru menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau para pengungsi korban banjir bandang di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Banyak warga yang mendekat, menangis, bahkan memeluk Presiden ketika ia menyapa mereka satu per satu.
Sebelum masuk ke GOR, Prabowo lebih dulu mengecek dapur lapangan TNI–Polri yang menyiapkan makanan untuk ribuan warga terdampak. Saat memasuki area pengungsian, ratusan warga menyambutnya dengan seruan “Selamat datang, Bapak!”, disertai antrean untuk bersalaman dan berfoto.
Di posko kesehatan, seorang ibu memeluk Prabowo sambil menangis. Presiden menenangkannya dengan menepuk pundaknya dan memastikan kondisinya. “Ibu sehat, ya,” ujarnya singkat. Adegan serupa kembali terjadi saat Prabowo keluar gedung; seorang ibu lain memeluknya sambil menangis.
Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan pemerintah sedang memprioritaskan distribusi kebutuhan mendesak ke wilayah terdampak, terutama bahan bakar minyak (BBM), yang sangat dibutuhkan untuk membuka akses dan menggerakkan logistik.
“Prioritas kita bagaimana segera mengirim bantuan, terutama BBM. Ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah bisa kita tembus,” katanya dalam tayangan video Tim Media Presiden Prabowo, Senin (1/12/2025).
Ia juga memastikan pemulihan listrik tengah dikebut. “Listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya,” ujarnya.
Selain Tapanuli Tengah, Prabowo juga meninjau lokasi terdampak di Medan dan Aceh.
BNPB melaporkan, hingga Minggu (30/11/2025) pukul 17.00 WIB, banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah telah menyebabkan 73 orang meninggal dunia, 104 orang masih dalam pencarian, dan 508 warga mengalami luka-luka. Akses ke wilayah tersebut kini dapat dijangkau melalui udara dari Tapanuli Utara.
Sementara jalur darat via Terutung–Sibolga belum bisa dilalui karena material longsor masih menutup sejumlah titik jalan.
Di Tapanuli Selatan, pembaruan data menunjukkan 52 korban meninggal dunia, 48 hilang, dan 58 orang masih membutuhkan perawatan. Meski demikian, menurut Kepala BNPB Suharyanto, layanan dasar di wilayah tersebut relatif stabil. “Akses jalan darat sudah bisa dilewati, jaringan listrik, internet, dan air juga berjalan normal,” ujarnya.(cit)




