Gerakan Antikorupsi Menggema di Puncak Pariwara dan ACFFEST 2025

oleh -507 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Gerakan pendidikan antikorupsi kembali digaungkan secara luas melalui Puncak Pariwara Antikorupsi dan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (28/11). Ribuan karya publik berupa film pendek hingga kampanye kreatif daerah mendapat apresiasi dalam ajang tersebut.

Acara ini mempertemukan ratusan peserta dari pemerintah daerah, BUMD, sineas muda, komunitas film, dan pegiat komunikasi publik. Seluruhnya membawa pesan bersama bertajuk, “Dari Layar ke Pelosok Negeri, Kita Beraksi Berantas Korupsi.”

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyampaikan bahwa gerakan antikorupsi tidak boleh hanya hidup di ruang perkantoran. Menurutnya, pesan integritas harus hadir di ruang kreatif agar semakin dekat dengan masyarakat. “Gerakan bangsa ini harus terus hidup melalui kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, mengatakan apresiasi ini diharapkan memantik lahirnya agen-agen perubahan di berbagai daerah. Ia mengapresiasi pihak yang terlibat dalam kampanye antikorupsi sepanjang 2025. “Apresiasi ini menjadi inspirasi dan diharapkan melahirkan agen perubahan berintegritas,” jelasnya.

Sejak awal tahun, program Pariwara Antikorupsi dan ACFFEST telah menjangkau wilayah luas mulai Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan hingga Papua. Program Pariwara Antikorupsi 2025 mencatat keterlibatan 256 instansi peserta dari 24 provinsi, lebih dari 190.000 masyarakat berpartisipasi langsung, serta kampanye yang menjangkau lebih dari 30 juta warga.

ACFFEST 2025 menerima 674 karya yang ditayangkan di 25 lokasi melalui 81 kolaborator, serta ditonton lebih dari 57.000 penonton di berbagai platform, termasuk pesawat Garuda Indonesia dan kereta KAI.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Serahkan 10 Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan Puskesmas

Dalam kategori Pariwara Antikorupsi, pemenang media konvensional terbaik diraih Pemprov Jawa Timur, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemkab Demak. Untuk kategori media digital, pemenang jatuh kepada Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Wonosobo, dan Pemkot Yogyakarta, sementara kategori khusus diberikan kepada Pemkab Probolinggo. Kategori on-ground activation dimenangkan Pemkab Wonosobo, Pemkab Klaten, dan Pemkab Kudus.

ACFFEST 2025 juga menampilkan karya pelajar dan sineas muda. Film “Kuitansi Kosong” menjadi pemenang kategori film pendek pelajar, disusul “Catatan Merah Andika” sebagai jury mention. Pada kategori ide cerita film pendek, karya Review “Klinik Baru Ft Sissy” terpilih sebagai film terbaik. Adapun film “Rahasia Umum” menjadi pemenang pada kategori film pendek fiksi.

Program kampanye kreatif antikorupsi sepanjang tahun ini merupakan kolaborasi KPK dengan Pemprov DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), industri kreatif, lembaga pendidikan, dan komunitas film dari berbagai daerah. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi dapat lahir melalui ruang budaya dan komunikasi publik, bukan hanya penegakan hukum.

Melalui perhelatan ini, KPK kembali menegaskan komitmen memperkuat edukasi antikorupsi berbasis partisipasi publik untuk mewujudkan Indonesia bebas korupsi.

Acara turut dihadiri kepala daerah atau perwakilan dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Yogyakarta, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kudus, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Temanggung hingga Kabupaten Bulukumba. Dewan Pengawas KPK Benny Jozua Mamoto dan Chisca Mirawati tampil sebagai pembaca nominasi bersama perwakilan pelaku industri kreatif seperti Berakar Komunikasi, Future Creative Network, Dentsu Creative Indonesia, Impact Producer, 100% Manusia Film Festival, serta sutradara film “Keluarga Super Irit.”(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.