1,4 Juta Pelanggaran Tercatat di H12 Operasi Zebra 2025

oleh -390 Dilihat
oleh
(Foto: Dok Korlantas Polri/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat lebih dari 1,4 juta pelanggaran lalu lintas hingga hari kedua belas (H12) Operasi Zebra 2025, yang berlangsung 17–28 November 2025. Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya intensitas penegakan dan pemantauan di seluruh wilayah.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut ritme operasi sudah berjalan stabil. “Yang harus dijaga sekarang adalah konsistensi dan ketelitian analisis harian,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025). Data kumulatif ini menjadi dasar Korlantas menentukan langkah korektif menjelang penutupan operasi.

Preemtif dan Preventif Meningkat Tajam

Meski penindakan tinggi, Korlantas menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi pondasi operasi. Kegiatan pembinaan dan penyuluhan mencapai 572.481 agenda, melonjak 906,9 persen dibanding 2024. Program ini menyasar komunitas, sekolah, kampus, hingga perusahaan.

“Semakin kuat pembinaan, semakin besar peluang terbentuknya budaya tertib,” kata Irjen Agus.

Langkah preventif juga menguat hingga 3.325.280 kegiatan, naik 201,9 persen. Ramp check terhadap bus dan truk dilakukan 102.605 kali, sementara penempatan personel di titik rawan pelanggaran melonjak 938 persen. Korlantas menilai upaya ini menjadi benteng awal menekan risiko kecelakaan.

Tilang Manual Turun, Peran Teknologi Meningkat

Operasi Zebra 2025 mengandalkan teknologi sebagai ujung tombak penindakan. Dari total 1,4 juta perkara, e-TLE statis mencatat 89.336 pelanggaran, dan e-TLE mobile menindak 85.704 pelanggaran. Sementara itu, tilang manual turun 88,1 persen sejalan dengan kebijakan pembatasannya.

Pendekatan persuasif juga diperkuat. Teguran lapangan naik 90,8 persen menjadi 1.227.268 kegiatan sebagai bagian dari edukasi langsung di lapangan.

Irjen Agus menegaskan akuntabilitas data e-TLE harus dijaga karena menjadi dasar kepercayaan publik. “Pelanggaran yang berhubungan langsung dengan keselamatan harus menjadi fokus utama,” tegasnya.

Baca Juga :  Operasi Lilin 2025, Polri Fokuskan Pengamanan Jalur Tol dan Tempat Wisata

Pelanggaran Berisiko Tinggi Meningkat Drastis

Data H12 menunjukkan beberapa jenis pelanggaran yang berpotensi besar menyebabkan kecelakaan justru melonjak, antara lain:

Tidak memakai helm SNI naik 137,5% (345.490 perkara)

Pengendara di bawah umur naik 157,3% (59.262 kegiatan)

 

Penggunaan HP saat berkendara mencapai 10.971 pelanggaran

Irjen Agus menyebut tantangan seperti balap liar, penggunaan gawai, dan kelalaian memakai sabuk keselamatan harus menjadi indikator prioritas penanganan. Korlantas mengarahkan jajaran untuk mengoptimalkan e-TLE serta memperkuat analisis harian agar strategi penindakan tetap adaptif.

Menutup evaluasi H12, Korlantas menegaskan komitmen menjaga profesionalitas hingga Operasi Zebra 2025 berakhir, sekaligus mengajak masyarakat mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan di jalan.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.