KILASJATIM.COM, Surabaya– Korps Lalu Lintas Polri mencatat penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026. Fatalitas korban meninggal turun hingga 30,89 persen dibanding periode tahun sebelumnya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho mengatakan, penurunan juga terjadi pada jumlah kejadian kecelakaan yang turun 5,75 persen.
“Fatalitas korban kecelakaan turun 30,89 persen. Ini salah satu indikator keberhasilan Operasi Ketupat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Menurut Agus, capaian tersebut didukung sinergi lintas pihak, mulai dari petugas di lapangan hingga meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Operasi Ketupat 2026 sendiri resmi ditutup pada Selasa (25/3) pukul 24.00 WIB berdasarkan instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Meski demikian, pengamanan tetap dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Seluruh personel masih disiagakan untuk mengantisipasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk potensi arus balik gelombang kedua.
“Anggota masih di lapangan untuk mengantisipasi arus balik lanjutan,” kata Agus.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat mencakup lima klaster pengamanan utama, yakni jalur arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
Jalur arteri di sejumlah kota besar seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih dipadati aktivitas masyarakat. Sementara di jalan tol, pergerakan kendaraan menjadi fokus utama pengamanan.
Polri mencatat sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta saat arus mudik, dengan proyeksi 3,4 juta kendaraan kembali pada arus balik.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal, serta tempat ibadah selama rangkaian Idul Fitri dan Nyepi yang berlangsung kondusif.
Kawasan wisata pun masih ramai oleh masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk bersilaturahmi.
Agus memastikan, secara umum situasi keamanan selama periode mudik hingga arus balik terkendali tanpa kejadian menonjol.(cit)




