ARJUNU–RJI Bahas Mitigasi Serangan Siber Judol yang Ganggu Jurnal Ilmiah

oleh -382 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU) bersama Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menggelar Webinar Nasional bertema: Mitigasi Serangan Siber Judol pada Website Jurnal, sebagai respons atas meningkatnya peretasan yang menyasar situs jurnal ilmiah di lingkungan PTNU maupun skala nasional.

Webinar resmi dibuka Pembina ARJUNU LPT-PBNU, Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang mengapresiasi kolaborasi ARJUNU dan RJI dalam isu yang disebutnya sangat mendesak. “Saya mengapresiasi kerja sama ARJUNU dan RJI. Serangan siber judol pada website jurnal ini sungguh di luar nalar. Dampaknya tidak hanya teknis, tetapi juga mengganggu kredibilitas lembaga dan reputasi ilmiah,” ujar Ali Formen, Kamis (27/11/2025). Ia meminta seluruh pengelola jurnal meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat keamanan sistem OJS.

Ketua Umum RJI, Dr. Arbain, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa RJI menerima semakin banyak aduan terkait serangan yang menyebabkan jurnal tidak dapat diakses hingga dialihkan ke halaman tidak pantas. “Dalam beberapa bulan terakhir, kami menerima banyak sekali laporan. Ada jurnal yang tiba-tiba down saat proses akreditasi, ada pula yang harus pindah domain karena serangan tidak bisa dihentikan. Inisiatif ARJUNU menyelenggarakan webinar mitigasi ini sangat tepat momentumnya,” ujarnya.

Ketua ARJUNU, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa serangan judol terhadap jurnal PTNU sudah masuk kategori serius dan berdampak langsung pada akreditasi. Ia menyebut salah satu kasus ekstrem terjadi di UNU di Jawa Timur, di mana enam jurnal gagal akreditasi dan re-akreditasi karena diretas tepat pada hari penutupan ARJUNA. “Ini sudah bukan lagi masalah teknis biasa. Ini mengenai marwah jurnal, reputasi perguruan tinggi, dan keberlanjutan tata kelola ilmiah kita. Webinar ini menjadi ikhtiar awal untuk membangun sistem pertahanan digital bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Pentas Bagong Crying Soul, Tentang Krisis Kesehatan Mental Gen Z

Ia menambahkan bahwa ARJUNU akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pendampingan intensif, pelatihan lanjutan, dan penyusunan panduan keamanan digital untuk seluruh pengelola jurnal PTNU.

Sesi inti menghadirkan dua narasumber dari Tim IT RJI, Rifqi Syamsul F., M.Kom dan Miftahul, S.Kom, yang memaparkan pola serangan judol, titik rentan OJS, serta langkah teknis mitigasi yang dapat diterapkan pengelola jurnal. Webinar diikuti ratusan peserta dari berbagai PTNU dan komunitas pengelola jurnal nasional. Tingginya partisipasi menunjukkan urgensi penguatan keamanan digital dalam pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia.(tok)