KILASJATIM.COM, Malang – Menjelang hari terakhir uji coba bus Trans Jatim Gajayana, warga Malang Raya tampak antusias menunggu kedatangan bus di sejumlah halte pemberhentian.
Sejumlah warga tampak antri menunggu giliran naik bus Koridor 1, yang melayani rute Terminal Hamid Rusdi- Batu. Selain penasaran naik bus trans, mereka juga memanfaatkan momen gratis sebelum dikenakan tarif per Kamis (27/11/2025) mendatang.
“Saya kepingin tahu rasanya naik bus trans, langsung dari Madyopuro ke Batu. Selain itu ini kan masih gratis ya, jadi ya mau saja diajak jalan-jalan sama tetangga,” kata Marliyah nenek-nenek asal Madyopuro yang berangkat bersama empat tetangganya, Selasa (25/11/2025).
Ia mengaku untuk naik bus tersebut harus rela antri, sejak pagi di halte sekitar velodrom. Karena bus selalu penuh ia bersama tetangga berinisiatif naik grab car ke terminal Hamid Rusdi. Agar mendapat tempat duduk mengingat kakinya sudah tidak terlalu kuat berdiri lama.
Hal senada disampaikan Galuh Nita ibu satu anak yang turut antri bus di Halte depan SMAN 8 Malang, Jl. Veteran. Ia rela menunggu bus berwarna biru demi anaknya yang ingin naik bus tersebut.
“Sebenarnya saya agak malas, busnya ramai. Tapi anak saya ngotot kepingin naik bus. Nanti turun di terminal Landungsari lantas dijemput suki saya balik lagi pulang,” katanya sambil memangku putrinya yang rewel.
Bus Trans Jatim Gajayana memiliki rute dari Terminal Hamid Rusdi-Rerminal Landungsari-Terminal Batu, melibatkan 14 armada beroperasi dan satu cadangan. Bus berwarna biru dengan identitas sejarah Gajayana ini menempuh rute 42 kilometer dengan waktu tempuh 110 menit dari Hamid Rusdi ke Kota Batu, dan 100 menit dari Kota Batu ke Hamid Rusdi.
Armada Trans Jatim Gajayana beroperasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB. Interval kedatangan bus berkisar 10-15 menit pada jam sibuk, dan 20 menit di luar jam padat. Sebanyak 62 titik henti berupa halte dan rambu telah disiapkan.
Nama Gajayana sendiri dipilih untuk menghadirkan Raja Kerajaan Kanjuruhan yang identik dengan kejayaan, sekaligus dirumuskan sebagai singkatan Gerbang Akses Transportasi Jatim yang Andal dan Nyaman.
Untuk mempermudah akses pembayaran, Trans Jatim menerima berbagai metode non-tunai, yaitu QRIS, kartu elektronik (Flazz, TapCash, Brizzi, E-money), dompet digital (OVO, Dana, GoPay, ShopeePay, AstraPay), hingga QRIS Tap-fitur anyar BI.
Beberapa rute padat kini juga dilayani Trans Jatim Luxury, sebuah versi premium tanpa penumpang berdiri, yang dirancang untuk menekan subsidi operasional, sekaligus menawarkan kenyamanan lebih.
Dengan beroperasinya Trans Jatim Gajayana, Malang Raya resmi memasuki fase baru layanan transportasi modern. Kehadiran sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan nyaman ini bukan hanya menjawab kebutuhan mobilitas harian, tetapi menciptakan standar baru bagaimana transportasi publik seharusnya dikelola.
Di bawah naungan Pemprov Jatim, Gajayana menjadi harapan baru bahwa transportasi massal bukan hanya soal perjalanan, melainkan tentang kualitas hidup, keberlanjutan, dan masa depan kota yang lebih manusiawi.
Adapun rute yang dilalui dari terminal Hamid Rusdi menuju terminal Madyopuro, Ranugrati-Mayjend Wiyono-Rampal-Urip Sumoharjo-Pasar Klojen-Trunojoyo-depan Stasiun-Kertanegara-Balai Kota-Majapahit-Kayutangan-Semeru-Arjuno-Kawi-Ijen-Bandung-Veteran-Gajayana-Sumbersari-Dinoyo-hingga Terminal Landungsari.
Rute yang dilewati Trans Jatim Koridor I-Malang Raya menjangkau berbagai destinasi wisata, seperti Kampung Warna-warni Jodipan, Kayutangan Heritage, Museum Angkut, dan Selecta di Kota Batu.
Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 110 menit dari Terminal Hamid Rusdi menuju Kota Batu, dan sekitar 100 menit untuk rute sebaliknya. Jarak yang dilalui masing-masing mencapai kurang lebih 42 km dan 39,35 km.
Sedang untuk tarif yang dikenakan setelah masa uji joba berakhir. Untuk penumpang umum Rp. 5.000 sedang pelajar dan mahasiswa Rp. 2.500. (TQI)
